MBC berhasil memenangkan gugatan hak cipta terhadap platform Bilibili di China.
- Senin, 23 Maret 2026 - 10:08 WIB
WowKeren - MBC baru saja meraih kemenangan penting dalam kasus pelanggaran hak cipta terhadap platform video asal China, Bilibili. Pada 23 Maret 2026, MBC mengumumkan bahwa mereka telah memenangkan gugatan di pengadilan China terkait penyebaran ilegal konten siaran mereka.
Bilibili, yang merupakan salah satu platform video terbesar di China dengan lebih dari 366 juta pengguna aktif bulanan pada kuartal terakhir 2025, dituduh oleh MBC telah mendistribusikan konten mereka tanpa izin. MBC mengajukan gugatan pada tahun 2021 setelah menemukan konten mereka disebarluaskan tanpa izin di platform tersebut. Meskipun pada sidang pertama pengadilan mengakui adanya pelanggaran, jumlah ganti rugi yang ditetapkan dianggap tidak memadai sehingga MBC memutuskan untuk mengajukan banding.
Pada akhirnya, Pengadilan Tinggi Rakyat Jiangsu mengakui bahwa Bilibili memiliki tanggung jawab terhadap pelanggaran tersebut, terutama karena mereka membiarkan distribusi konten secara massal tanpa tindakan yang cukup. Pengadilan juga menyoroti bahwa struktur operasional Bilibili, termasuk rekomendasi algoritma dan susunan kanal, berkontribusi pada penyebaran pelanggaran, sehingga sulit untuk menganggap Bilibili sebagai pihak netral.
Keputusan ini menjadi contoh nyata pelaksanaan prinsip bahwa negara-negara yang merupakan anggota Konvensi Bern dan perjanjian TRIPs harus memberikan perlindungan yang setara kepada pemegang hak cipta asing seperti kepada warganya sendiri. MBC menyambut baik keputusan ini karena dapat memberikan efek jera terhadap praktik pelanggaran hak cipta di kalangan platform besar yang sering kali menghindar dari tanggung jawab dengan alasan 'unggahan oleh pengguna'.
Seiring dengan kemenangan ini, MBC menyatakan bahwa mereka akan lebih aktif dalam mengambil tindakan hukum terhadap praktik distribusi ilegal oleh platform luar negeri. Seorang perwakilan MBC mengatakan, "Struktur di mana pengelola platform meraih keuntungan besar sambil menghindari tanggung jawab tidak dapat dibiarkan lagi. Kami akan terus menuntut pertanggungjawaban atas distribusi konten yang ilegal dan mengambil semua langkah hukum yang diperlukan."
(wk/timw)