Album terbaru BTS, 'ARIRANG', menuai kontroversi terkait lirik bahasa Inggris yang dominan.
- Kamis, 26 Maret 2026 - 05:03 WIB
WowKeren - BTS baru saja merilis album terbaru mereka, 'ARIRANG', namun kehadirannya langsung memicu kontroversi di kalangan ARMY dan netizen. Salah satu isu utama yang menjadi sorotan adalah kurangnya lirik dalam bahasa Korea, yang membuat banyak penggemar merasa kecewa. Menurut laporan dari Dispatch, para anggota BTS diketahui berjuang melawan pihak HYBE untuk menambahkan lebih banyak lirik dalam bahasa Korea ke dalam album tersebut.
Dalam artikel terbaru dari Vulture, terungkap bahwa banyak penggemar menempatkan kesalahan pada Nicole Kim, seorang staf di HYBE yang sebelumnya dikenal sebagai penerjemah. Kim dilaporkan telah meninggalkan perusahaan pada tahun 2023, namun kini dikabarkan kembali ke BIGHIT MUSIC setelah bekerja dengan Jennie BLACKPINK. Dalam artikel tersebut, Nicole Kim disebut sebagai 'Wakil Presiden Musik' yang berusaha mendorong anggota BTS untuk mengurangi lirik dalam bahasa Korea demi tujuan agar album menjadi lebih 'global'.
Keputusan ini menciptakan kemarahan di kalangan penggemar, terutama karena banyak yang berharap album ini lebih melibatkan unsur budaya Korea. Banyak anggota ARMY yang merasa bahwa BTS sudah berhasil mendunia dengan lirik dalam bahasa Korea, dan perubahan ini dianggap tidak perlu. Jimin dan RM, dua anggota BTS, terlihat menunjukkan reaksi frustrasi terhadap keputusan tersebut, terutama terkait kesulitan mereka dalam pengucapan bahasa Inggris.
Berikut video yang diunggah oleh penggemar mengenai reaksi anggota BTS terhadap keputusan ini:
Penggemar yang merasa kecewa dengan keputusan Nicole Kim juga mengekspresikan kekecewaan mereka di media sosial. Salah satu pengguna Twitter menulis, 'Nicole Kim memberikan BTS kolaborasi yang buruk dengan artis seperti Charlie Puth dan Benny Blanco, dan sekarang dia mencoba menghentikan mereka dari merilis lagu dalam bahasa Korea. Sangat aneh??'
Di sisi lain, banyak penggemar yang mendukung keputusan Yoongi untuk tetap menyanyikan sebagian besar bagiannya dalam bahasa Korea, dengan beberapa bahkan mengatakan bahwa bagian-bagian tersebut sangat menyentuh. 'Bagus sekali Yoongi tidak menyerah dan tetap menjaga liriknya dalam bahasa Korea,' tulis salah satu penggemar. Ini menunjukkan betapa kuatnya dukungan untuk mempertahankan identitas budaya yang telah ada dalam musik BTS.
Kontroversi ini tidak hanya mengguncang penggemar di Korea, tetapi juga di seluruh dunia. Banyak yang merasa bahwa perubahan ini bisa berdampak pada bagaimana musik K-Pop diterima secara luas, dan mereka berharap pihak HYBE bisa mendengarkan suara penggemar. Kritik terhadap Nicole Kim semakin meningkat, dengan banyak yang berpendapat bahwa seorang staf tidak seharusnya memiliki pengaruh besar terhadap arah artistik grup sebesar BTS.
Sementara itu, BTS juga sedang bersiap untuk menggelar comeback stage mereka yang sangat dinanti-nanti. Semoga dengan semua diskusi dan kritik ini, mereka bisa membawa kembali unsur-unsur yang membuat musik mereka begitu dicintai oleh ARMY di seluruh dunia.
Kontroversi ini jelas menunjukkan betapa pentingnya lirik dan bahasa bagi penggemar K-Pop, dan bagaimana keputusan yang diambil oleh manajemen dapat berdampak besar pada hubungan antara artis dan penggemar. Dengan dirilisnya album 'ARIRANG', BTS menunjukkan bahwa mereka tetap berkomitmen untuk berkarya, meski harus melewati berbagai tantangan dalam proses kreatif mereka.
(wk/timw)