Sebuah kritikan terhadap publikasi BTS di Rolling Stone mengungkapkan praktik bisnis yang meragukan.
- Jumat, 27 Maret 2026 - 11:05 WIB
WowKeren - Dalam perkembangan terbaru di dunia K-Pop, seorang editor terkemuka mengungkapkan kritiknya terhadap cara publikasi BTS di majalah Rolling Stone. Joshua Minsoo Kim, seorang kritikus musik, menceritakan pengalamannya saat diminta untuk menulis ulasan tentang album salah satu anggota BTS. Setelah menyatakan bahwa ulasannya akan bersifat negatif, editor tersebut meminta agar ia menggambarkannya dengan cara yang netral, mencerminkan kurangnya integritas dalam proses tersebut.
“If you don’t love it you can just sort of describe it in a neutral way,” ujar Joshua, menunjukkan bahwa publikasi tersebut tidak mementingkan kejujuran dalam kritik musik. Hal ini memicu perdebatan di kalangan penggemar dan analis industri mengenai keaslian dan transparansi dalam ulasan musik, terutama yang melibatkan grup-pop ternama seperti BTS.
Menariknya, kritik ini juga mengarah pada dugaan praktik manipulasi angka dalam pemasaran K-Pop. Dalam unggahan lain, seorang pengguna Twitter mengklaim bahwa BTS telah mengalami pertumbuhan yang tidak wajar berkat strategi bisnis yang meragukan. “Jangan terkejut. Orang yang duduk di samping Bang Sihyuk adalah CEO saat ini dari majalah Rolling Stone. Mereka menginflasi angka di Korea dan menyebarkannya ke luar negeri, lalu mengembalikannya lagi ke Korea, dan inilah cara BTS tumbuh tanpa henti,” tulisnya.
Berita ini menyoroti bagaimana industri K-Pop seringkali terjebak dalam praktik bisnis yang bisa dianggap menipu. Penggemar yang setia, atau ARMY, sering kali merasa bingung dan marah ketika melihat grup favorit mereka terlibat dalam kontroversi semacam ini. Kritikan yang muncul dari dalam dan luar industri menunjukkan bahwa ada kebutuhan untuk lebih transparan dalam pelaporan dan pengakuan terhadap musik serta artis.
Diskusi ini juga mengundang berbagai reaksi di kalangan netizen. Beberapa berpendapat bahwa ini adalah tanda bahwa K-Pop mulai kehilangan sentuhan otentiknya, sementara yang lain memperingatkan agar tidak terlalu mudah terpengaruh oleh kritik yang tidak berbasis fakta. “Semua tahu ke mana uang yang mereka hasilkan pergi,” tulis seorang pengguna Twitter, menyoroti masalah finansial dalam industri ini.
Berikut adalah beberapa tanggapan dari netizen terkait isu ini:
Dengan kompleksitas yang melibatkan banyak pihak, termasuk media dan agensi, situasi ini menunjukkan bahwa K-Pop tidak hanya tentang musik, tetapi juga tentang persepsi dan citra bisnis yang lebih besar. Penggemar di seluruh dunia terus mendukung BTS dan berharap agar grup ini tetap fokus pada musik dan kualitas, meskipun ada kritik yang mengelilinginya.
Seiring dengan perkembangan ini, banyak yang bertanya-tanya bagaimana BTS akan merespons kritik ini. Apakah mereka akan tetap berkomitmen pada musik yang mereka cintai atau terpengaruh oleh tekanan dari industri? Waktu akan menjawab pertanyaan ini, tetapi satu hal yang pasti: BTS tetap menjadi salah satu grup paling berpengaruh di dunia, terlepas dari kontroversi yang mengelilinginya.
(wk/timw)