Menteri Muhaimin Iskandar mengajak BUMN untuk dukung program SMK Go Global bagi PMI ke Jepang.
- Sabtu, 04 April 2026 - 10:32 WIB
WowKeren - Abdul Muhaimin Iskandar, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, mengundang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk berperan dalam menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang bersaing di pasar internasional. Melalui pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR), diharapkan BUMN dapat mendukung program SMK Go Global yang menjadi fokus perhatian pemerintah.
"Kita akan dorong BUMN untuk semakin banyak menyiapkan tenaga kerja yang siap bekerja di luar negeri," ungkap Muhaimin saat melepas keberangkatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Jepang di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat, 3 April 2026.
Lebih lanjut, Muhaimin menegaskan bahwa penganggaran dari APBN juga akan dioptimalkan untuk mendukung biaya pelatihan dan kesiapan teknis para calon pekerja. "Sambil berjalan, proses APBN juga akan kita dorong untuk memberikan dukungan pada struktur biaya, pelatihan, dan berbagai aktivitas menyangkut kesiapan tenaga kerja di luar negeri," tambahnya.
Muhaimin juga mengungkapkan bahwa program SMK Go Global merupakan perhatian besar dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Ia menekankan pentingnya sekolah menengah kejuruan di seluruh Indonesia untuk segera melakukan pembenahan agar dapat membangun ekosistem pekerja yang sesuai dengan standar dunia. "SMK kita mau tidak mau harus menyesuaikan diri. Di balik program ini, ada sekolah yang harus berbenah secepatnya. Saya mendorong SMK mengambil peluang ini semaksimal mungkin agar talenta kita siap bersaing di pasar global," tegas pria yang akrab disapa Cak Imin itu.
Pada fase awal program ini, sebanyak 200 calon PMI telah diberangkatkan ke Jepang melalui skema Specified Skilled Worker (SSW) di sektor manufaktur. Keberangkatan ini merupakan hasil kolaborasi nyata yang didukung oleh pembiayaan dari berbagai pihak. Dari total tersebut, 50 orang diberangkatkan melalui program CSR PT Angkasa Pura, 30 orang melalui CSR PT Kereta Indonesia (KAI), dan 120 orang difasilitasi oleh Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI).
Langkah ini diharapkan menjadi representasi kualitas tenaga kerja nasional yang siap bersaing di level internasional, memberikan harapan baru bagi para calon PMI untuk meraih kesempatan kerja yang lebih baik di luar negeri.
(wk/timw)