Stray Kids Terima Kritik Pedas Usai Hadiri Acara Resmi Bersama Politisi
Instagram/Stray Kids/Instagram
Selebriti

Stray Kids mendapatkan backlash setelah tampil di acara resmi dengan politisi Prancis.

WowKeren - Stray Kids menghadapi kritik yang keras setelah kehadiran mereka di sebuah acara resmi yang diselenggarakan oleh negara. Pada 3 April 2026, sebuah jamuan makan siang diadakan di Blue House untuk merayakan 140 tahun hubungan diplomatik antara Korea Selatan dan Prancis. Stray Kids menjadi satu-satunya grup K-Pop yang hadir, berinteraksi dengan sejumlah tokoh politik ternama, termasuk Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Ibu Negara Brigitte Macron.

Kehadiran Stray Kids di acara ini menuai banyak kritik tajam dari penggemar internasional. Banyak penggemar Prancis yang merasa kecewa dengan keterlibatan grup ini, mengingat pandangan politik regressive yang diusung oleh pasangan Macron, terutama terkait hak-hak perempuan dan Islamofobia. Salah satu penggemar mengekspresikan kekecewaannya di Twitter, "... melihat mereka menggunakan anak-anak kami untuk membersihkan reputasi mereka yang menjijikkan adalah hal yang sangat tidak bisa diterima. Bebaskan Stray Kids, saya sangat marah sekarang!"

Reaksi ini tidak hanya datang dari penggemar Prancis. Beberapa penggemar di seluruh dunia juga menyoroti kontradiksi dalam sikap K-Pop yang menghadiri acara dengan politisi tersebut. Ada yang berargumen bahwa jika idola K-Pop bisa berpose dengan politisi, mereka seharusnya juga bisa menyuarakan pendapat tentang isu-isu penting. "... tidak bisa berbicara tentang politik tetapi bisa makan malam dengan politisi adalah sangat hipokrit," tulis seorang penggemar.

Di sisi lain, beberapa penggemar berusaha membela Stray Kids, menegaskan bahwa mereka hanya diutus oleh agensi mereka untuk mewakili negara dan tidak memiliki kebebasan untuk bertindak. "Mereka bahkan tidak bisa berfoto dengan selebriti lain, dan Anda pikir mereka bisa berbicara tentang politik? Perusahaan mereka telah mengendalikan Stray Kids sejak 2019," kata salah satu penggemar. Namun, kritik tetap mengalir, menyoroti bagaimana K-Pop sering digunakan untuk memperbaiki citra politisi.

Banyak penggemar juga menyuarakan keprihatinan tentang bagaimana Stray Kids dan idola K-Pop lainnya aktif digunakan untuk 'mencuci' citra para politisi. "Di Twitter, kalimat yang diucapkan dengan baik sering disalahartikan. Anda bisa mengatakan 'idola tidak boleh digunakan sebagai properti di acara presiden', tetapi seseorang akan menjawab 'jadi Anda rasis dan berpikir mereka harus malu dengan negara mereka?' Tidak, itu kalimat yang sama sekali berbeda," ungkap seorang penggemar lainnya.

Berikut video yang diunggah mengenai acara tersebut...


Dalam situasi ini, Stray Kids tampaknya terjebak di tengah-tengah kontroversi yang lebih besar mengenai peran idola K-Pop dalam politik dan bagaimana mereka berinteraksi dengan kekuatan politik. Meskipun banyak penggemar yang membela mereka, ada juga yang merasa bahwa kehadiran mereka di acara seperti ini menciptakan kesan yang tidak baik.

Kritik ini menunjukkan bagaimana penggemar semakin sadar dan peka terhadap isu-isu sosial dan politik yang melibatkan idola mereka. Seiring dengan meningkatnya popularitas K-Pop secara global, harapan untuk penanganan isu-isu ini dengan lebih sensitif semakin tinggi. Banyak yang berharap agar idola K-Pop dapat lebih bijak dalam memilih acara yang mereka hadiri di masa depan.

Dengan berbagai pandangan yang muncul, situasi ini menjadi pembelajaran bagi Stray Kids dan juga industri K-Pop secara keseluruhan. Fans terus memantau dengan cermat setiap langkah yang diambil oleh idolanya dan bagaimana mereka terlibat dalam isu-isu yang lebih besar.

Ini adalah momen yang menunjukkan bagaimana hubungan antara K-Pop dan politik semakin rumit, dan bagaimana penggemar memiliki suara yang kuat dalam menentukan arah yang diambil oleh idola mereka.

(wk/timw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait