Meryl Streep Ungkap Inspirasi Karakter Miranda Priestly, Bukan Anna Wintour
Instagram/Meryl Streep/Instagram
Selebriti

Meryl Streep menjelaskan inspirasi karakter ikonisnya di The Devil Wears Prada bukan dari Anna Wintour.

WowKeren - Aktris Meryl Streep baru-baru ini meluruskan spekulasi yang beredar selama ini mengenai karakter ikonik yang ia perankan, Miranda Priestly, dalam film The Devil Wears Prada. Dalam penampilannya di acara The Late Show with Stephen Colbert pada 1 April 2026, Streep mengungkapkan bahwa karakter tersebut tidak terinspirasi dari Anna Wintour, seperti yang banyak diperkirakan oleh penggemar selama bertahun-tahun.

Streep menjelaskan bahwa ia sebenarnya mengambil inspirasi dari dua sosok besar dalam dunia perfilman Hollywood, yaitu Mike Nichols dan Clint Eastwood. "Saya sebenarnya meniru Mike Nichols sepanjang waktu," ungkapnya. Ia menambahkan, "Jika Mike Nichols dan Clint Eastwood punya anak… itulah Miranda Priestly." Melalui pernyataan ini, Streep ingin menegaskan bahwa karakter yang ia bawakan lebih kompleks daripada sekadar penampilan luar yang dingin.

Dalam penjelasannya, Streep juga menyebutkan bahwa gaya penyutradaraan Mike Nichols sangat memengaruhi cara Miranda Priestly memimpin dengan otoritas, sambil menyisipkan humor halus dalam interaksinya. "Orang mungkin menganggapnya kejam, tapi sebenarnya lucu. Saya merasa itu lucu," ujarnya. Hal ini menunjukkan bahwa karakter tersebut memiliki kedalaman yang tidak terlihat hanya dari sisi permukaan.


Selain itu, Streep menambahkan bahwa sosok Clint Eastwood memberikan inspirasi dalam hal kepemimpinan yang tenang. Ia menggambarkan Eastwood sebagai sosok yang tidak pernah meninggikan suaranya saat menyutradarai. "Ia berbicara pelan, sehingga orang harus mendekat untuk mendengarnya," kata Streep, menunjukkan bagaimana pendekatan tenang Eastwood berpengaruh pada karakter yang ia perankan.

Streep juga mengenang kembali bagaimana film The Devil Wears Prada yang dirilis pada tahun 2006 sempat dilabeli sebagai “chick flick”. Label ini, menurutnya, berdampak pada anggaran produksi film tersebut. Ia merasa bahwa pandangan terhadap film-film berpusat pada perempuan kini mulai berubah, seiring dengan kesuksesan film-film seperti Barbie dan Mamma Mia!. "Kali ini, mereka benar-benar mengeluarkan banyak biaya," tuturnya, merujuk pada produksi sekuel The Devil Wears Prada.

Dengan sikap optimis, Streep menggambarkan bagaimana industri film semakin menghargai karya-karya yang berfokus pada perempuan. Hal ini menjadi refleksi positif bagi perkembangan perfilman, terutama untuk film-film yang menampilkan cerita perempuan yang kuat dan berdaya. Melalui wawancara ini, Meryl Streep tidak hanya memberikan klarifikasi mengenai karakternya, tetapi juga mengajak kita untuk melihat lebih dalam tentang bagaimana karakter-karakter dalam film dapat terinspirasi dari banyak aspek dan orang-orang di sekitar kita.

(wk/timw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait