Son Heung Min membuktikan kualitasnya dengan mencetak gol dalam pertandingan melawan Cruz Azul.
- Jumat, 10 April 2026 - 09:41 WIB
WowKeren - Dalam pertandingan yang penuh kejutan, Son Heung Min (34), kapten tim nasional Korea Selatan dan pemain Los Angeles FC, mencetak gol penting saat menghadapi Cruz Azul dari Meksiko pada 8 April 2026. Dalam pertandingan perempat final pertama CONCACAF Champions Cup, Son berhasil membuka skor dan membawa LAFC meraih kemenangan 3-0, mengejutkan tim Meksiko yang tidak mengantisipasi kekuatan Son.
Son Heung Min, yang tampil sebagai penyerang utama, mencetak gol pada menit ke-30 memanfaatkan umpan rendah dari Matthieu Choinière. Gol tersebut tidak hanya menjadi pembuka skor, tetapi juga mengubah momentum permainan, membuat LAFC mendominasi hingga akhir pertandingan. Setelah Son mencetak gol, timnya semakin percaya diri dan berhasil menambah dua gol lagi di babak kedua, menjadikan hasil akhir 3-0.
Reaksi media Meksiko pun menunjukkan betapa terkejutnya mereka dengan penampilan Son. Salah satu outlet berita, BolaVIP, menyebutkan bahwa Cruz Azul "dihancurkan oleh Son Heung Min", menyoroti betapa tim Liga MX tersebut tidak pernah membayangkan akan menghadapi seorang superstar seperti Son. Mereka menulis, "Para pemain Liga MX tidak pernah membayangkan mereka akan bertemu dengan pemain kelas dunia seperti ini hanya beberapa hari sebelumnya."
Son Heung Min tampaknya telah menanggapi kritik terkait performanya belakangan ini. Setelah beberapa pertandingan tanpa mencetak gol, ia berhasil membuktikan kemampuannya dengan gol ini, yang sekaligus menandai akhir dari kesunyian panjangnya di depan gawang. Son mengatakan, "Waktu untuk memberikan assist sudah berakhir, sekarang saatnya saya kembali sebagai pencetak gol."
Setelah mencetak gol, Son juga melakukan selebrasi unik dengan membuat gerakan 'Blah Blah' menggunakan tangannya, yang dinilai oleh beberapa media sebagai bentuk sindiran kepada penggemar dan media yang meragukan kemampuannya. Media Meksiko, termasuk TV Azteca, menafsirkan gerakan tersebut sebagai tindakan menghina terhadap pemain dan penggemar Cruz Azul, memicu perdebatan dan kontroversi di kalangan penggemar.
Cruz Azul, yang merupakan salah satu tim terkuat Liga MX, dengan tujuh gelar juara Champions Cup, harus menghadapi kenyataan pahit ketika mereka tidak dapat menghentikan Son Heung Min, yang menunjukkan bahwa meskipun memiliki sejarah yang gemilang, mereka tetap rentan terhadap kehadiran pemain bintang. Banyak yang menganggap bahwa para bek Cruz Azul meremehkan kemampuan finishing terbaik Son, yang pada akhirnya berujung pada kekalahan telak.
Son Heung Min kini siap untuk melanjutkan performanya yang meningkat di sisa turnamen, dan banyak penggemar yang berharap ia dapat membawa LAFC meraih kesuksesan lebih lanjut di Champions Cup. Penampilan gemilang ini juga menjadi sinyal positif bagi tim nasional Korea Selatan menjelang turnamen internasional yang akan datang.
(wk/timw)