Yeom Hye-ran membahas kekhawatiran akan penyalahgunaan insiden sejarah sensitif dalam film terbarunya.
- Jumat, 17 April 2026 - 06:08 WIB
WowKeren - Aktris Yeom Hye-ran dari Korea Selatan baru-baru ini mengungkapkan kekhawatirannya terkait persepsi publik terhadap insiden sejarah sensitif menjelang perilisan film terbarunya yang berjudul "My Name." Dalam sebuah wawancara yang dilakukan pada 14 April, Yeom berbicara tentang perasaannya terkait perannya dalam film yang mengambil latar belakang Insiden Jeju 4.3, sebuah periode kelam dalam sejarah Korea.
Yeom menjelaskan bahwa dia merasa ragu saat pertama kali membaca naskah film ini. "Di satu sisi, ini adalah proyek yang membuat saya sedikit berhati-hati. Sejak melihat naskahnya, saya merasa penting apakah ini menarik secara sinematik. Saya ingin melakukannya karena film ini tidak dimulai dengan beban rasa sakit masa lalu, melainkan memiliki nuansa kehidupan sehari-hari," ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan visi sutradara Jung Ji-young untuk film ini. "Sutradara mengatakan bahwa ia ingin karya ini menjadi film arus utama yang ditonton banyak orang, bukan film independen yang menonjolkan auteurism. Dalam hal ini, saya penasaran tentang bagaimana dia akan mendekatinya dan berhati-hati tentang jenis karya seperti apa ini," tambahnya.
Yeom juga mencatat bahwa cerita ini merupakan isu yang sangat sensitif bagi masyarakat Jeju, di mana setiap rumah bisa menjadi pelaku atau korban. "Dia mengatakan bahwa ini adalah isu yang tajam dan sensitif bagi orang-orang Jeju," jelasnya.
Dalam wawancara tersebut, Yeom Hye-ran menggambarkan perannya sebagai seorang aktris yang menginterpretasikan, bukan menciptakan, narasi yang ada. "Saya bukan orang yang menciptakan cerita, tetapi seseorang yang mewujudkan dan mengekspresikannya melalui tubuh. Akibatnya, saya berhati-hati, bertanya-tanya, 'Apakah akting saya bisa ternoda dengan warna politik? Apakah saya bisa terjebak dalam hal itu, meskipun tidak secara eksplisit dieksploitasi?'" katanya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan sutradara selama proses produksi. "Sutradara Jung Ji-young banyak meminta pendapat saya saat mengerjakan proyek ini. Gaya kami mungkin berbeda, dan kami berbagi banyak cerita emosional," ungkapnya.
Film "My Name" berkisar pada hubungan seorang ibu dan anak yang sedang berjuang dengan identitas dan ingatan. Kisah ini mengikuti Young-ok, yang diperankan oleh Shin Woo-bin, seorang remaja berusia 18 tahun yang bergumul dengan namanya, dan ibunya Jung-soon, yang diperankan oleh Yeom, yang berusaha mengembalikan ingatan yang hilang akibat tragedi pada tahun 1949. Film ini dijadwalkan tayang pada 15 April dan diharapkan akan memicu diskusi karena penanganannya terhadap tema sejarah yang sangat sensitif.
(wk/timw)