Kirab Mahkota Binokasih 2026 di Sumedang meriah, hadirkan kekayaan budaya Tatar Sunda.
- Minggu, 03 Mei 2026 - 08:32 WIB
WowKeren - Pada Sabtu malam, 2 Mei 2026, Kirab Panji Mahkota Binokasih berhasil menarik perhatian ribuan warga di Sumedang, Jawa Barat. Acara ini menandai awal perayaan Milangkala Tatar Sunda tahun 2026 dan berlangsung meriah dengan kehadiran masyarakat dari berbagai kalangan yang ingin menyaksikan prosesi bersejarah ini.
Rute kirab dimulai dari Keraton Sumedang Larang dan berakhir di Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS). Sepanjang jalan, masyarakat tampak antusias berdiri untuk melihat Kirab Mahkota Binokasih yang dibawa menggunakan kereta kencana. Kirab ini tidak hanya menjadi sarana untuk merayakan budaya, tetapi juga menggambarkan kekayaan tradisi Tatar Sunda.
Mahkota Binokasih, yang merupakan simbol kemaharajaan Sunda, dipandang sebagai artefak budaya yang merepresentasikan perjalanan sejarah tersebut. Mahkota ini diyakini diberikan dari Kerajaan Padjajaran ke Kerajaan Sumedang Larang dan kini tersimpan di Kabupaten Sumedang. Dalam prosesi kirab, peserta dari 27 kabupaten/kota turut menampilkan berbagai kreasi budaya khas daerah mereka, menambah semarak acara.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turut hadir dalam acara tersebut dan menuturkan bahwa Milangkala Tatar Sunda akan menjadi agenda tahunan yang rutin digelar. Ia menjelaskan, “Kebijakan ini kemudian diperkuat dengan penetapan Pergub yang saat ini sudah dalam persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk menjaga dan mengenali budaya serta kemaharajaan Sunda.”
Dedi juga mengungkapkan alasan memilih Kabupaten Sumedang sebagai titik awal perayaan ini. Menurutnya, Sumedang memiliki kedekatan yang kuat dengan peradaban Sunda, terlebih dengan adanya Mahkota Binokasih yang menjadi jejak sejarah yang nyata. “Kalau yang lain kan kebanyakan narasi, cerita. Saya ingin berangkat dari fakta, bukan mitologi,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menyatakan rasa bangganya karena kegiatan Milangkala Tatar Sunda diawali di Kabupaten Sumedang. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini memiliki dampak positif terhadap perekonomian lokal, dari tingkat hunian hotel hingga meningkatnya aktivitas restoran dan pelaku UMKM. “Ini bukan hanya perayaan budaya, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat identitas daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.
Selanjutnya, Mahkota Binokasih akan dipamerkan dalam rangka napak tilas Tatar Pasundan yang akan berlangsung di beberapa titik, termasuk Kabupaten Ciamis, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Cianjur, Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Karawang, Kota Cirebon, dan puncaknya di Kota Bandung. Kegiatan ini diharapkan dapat menghidupkan kembali nilai-nilai leluhur dan memperkuat hubungan masyarakat dengan sejarah dan budaya mereka.
(wk/timw)