Herawati, mantan ART, menanggapi tudingan pelanggaran privasi keluarga Erin dan Andre Taulany.
- Sabtu, 06 Juni 2026 - 00:03 WIB
WowKeren - Dalam sebuah pernyataan yang mengejutkan, Herawati, mantan asisten rumah tangga (ART) dari pasangan selebriti Erin dan Andre Taulany, membantah tudingan pelanggaran privasi setelah mengunggah foto anak-anak mereka di media sosial. Herawati mengklaim bahwa tidak ada niat jahat di balik aksi tersebut dan bahwa dia hanya ingin berbagi momen bahagia saat berinteraksi dengan keluarga selebriti tersebut.
"Saya sudah jelasin, kalau itu hanya bercanda dan saya pun minta foto udah izin gitu loh," ungkap Herawati. Ia menambahkan bahwa semua unggahan tersebut merupakan bentuk kegembiraan dan interaksi yang positif. "Kalau yang masalah kartun itu, ya emang bercandaan, saya niatnya karena senang gitu loh, ketemu sama anaknya artis gitu," jelasnya.
Herawati mengakui bahwa dia tidak menyangka bahwa unggahan-unggahannya itu dapat menimbulkan kontroversi yang berujung pada laporan polisi terkait dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Dia juga menyatakan bahwa unggahannya tidak merugikan anak-anak Erin. "Ya mungkin saya akan meminta maaf gitu ke Mas Kenzy dan Mas Dio. Tapi merugikan juga enggak sih? Ya enggak, emang sebelum kerja di Bu Erin juga saya sudah sering bikin foto, main TikTok, gitu," ungkapnya.
Herawati didampingi kuasa hukumnya, Deolipa Yumara, yang berusaha meluruskan kesalahpahaman yang terjadi antara kliennya dan majikannya. Deolipa menjelaskan bahwa ada perbedaan persepsi antara majikan dan pekerja mengenai batasan privasi dalam rumah tangga. "Ya, itu yang namanya kesalahpahaman tadi, kan? Itu yang nanti kami akan jernihkan selaku kuasa hukum," ucap Deolipa.
Deolipa juga menambahkan bahwa tindakan Herawati bisa dimaknai sebagai euforia karena senang bekerja di lingkungan selebriti. "Jadi, ini namanya euforia. Orang kerja di tempat artis kan senang. Euforia, kan? Namanya kerja tempat artis, euforia. Saya juga kalau kerja di tempat artis, saya euforia juga," katanya dengan nada humoris.
Konflik antara Herawati dan Erin dimulai ketika Herawati melaporkan dugaan penganiayaan ringan terhadap Erin ke Polres Metro Jakarta Selatan pada 29 April 2026. Sebagai respon, pihak Erin melaporkan Herawati atas dugaan pencemaran nama baik serta pelanggaran akses data pribadi akibat konten yang diunggah oleh Herawati di media sosial, yang dianggap melanggar privasi keluarga Erin.
Situasi ini menunjukkan betapa kompleksnya hubungan antara majikan dan pekerja, terutama di dunia hiburan yang sering kali menjadi sorotan publik. Dengan adanya pernyataan dari masing-masing pihak, diharapkan dapat ditemukan jalan tengah untuk menyelesaikan masalah ini tanpa harus berlarut-larut di jalur hukum.
(wk/timw)