IU mendapatkan tekanan untuk mendukung pengunjuk rasa yang menuntut pemilihan ulang di Jamsil.
- Sabtu, 06 Juni 2026 - 21:32 WIB
WowKeren - Penyanyi terkenal Korea Selatan, IU, baru-baru ini terjebak dalam kontroversi yang berkaitan dengan politik setelah beberapa pengguna internet meminta dukungannya untuk menyediakan makanan dan minuman bagi pengunjuk rasa yang berkumpul di pusat penghitungan suara di Jamsil. Aksi demonstrasi ini berlangsung selama dua hari dan dipicu oleh tuduhan kekurangan suara pada pemilihan lokal yang berlangsung pada 3 Juni.
Para demonstran menuntut agar pemilihan ulang dilaksanakan, dengan beberapa di antaranya juga mengajukan dugaan adanya kecurangan dalam pemilihan. Namun, klaim yang diajukan oleh para pengunjuk rasa belum terbukti kebenarannya berdasarkan informasi yang tersedia. Pada 6 Juni, kolom komentar di media sosial IU dipenuhi dengan permintaan dari penggemar agar ia mendukung para pengunjuk rasa tersebut.
Salah satu komentar yang tertera adalah, "Unnie, tolong kirimkan truk kopi ke lokasi pemungutan suara di Jamsil," sementara komentar lainnya menulis, "Tolong buat pesanan Starbucks pra-bayar di Jamsil," serta, "Orang-orang berkumpul di Jamsil karena penipuan pemilu. Apakah kamu akan membayar untuk mereka?"
Permintaan ini tampaknya berkaitan dengan dukungan IU yang pernah ia berikan kepada demonstran pada aksi protes impeachment sebelumnya. Saat itu, IU dilaporkan telah membayar untuk roti, kue beras, sup, dan minuman di toko-toko terdekat untuk peserta aksi dan penggemarnya. Tindakan kebaikan tersebut mendapatkan perhatian luas dan pujian dari publik.
Banyak yang mendukung tindakan IU di masa lalu, dan kini harapan agar ia kembali menunjukkan kepedulian yang sama muncul di tengah situasi yang menegangkan ini. Berbagai komentar dan tagar pun mulai bermunculan di media sosial, menciptakan gelombang dukungan bagi pengunjuk rasa di Jamsil.
Berikut video yang diunggah mengenai situasi tersebut...
Kontroversi ini menunjukkan bagaimana kehidupan selebriti di Korea Selatan sering kali terhubung dengan isu-isu sosial dan politik. IU, yang dikenal sebagai sosok yang peduli dan berempati, kini dihadapkan pada dilema antara menjaga citra publiknya dan memberikan dukungan kepada mereka yang merasa dirugikan. Sementara itu, para pengunjuk rasa terus menerus berupaya untuk menyuarakan kekhawatiran mereka atas proses pemilu yang dianggap tidak adil.
(wk/timw)