Kota Busan membatalkan rencana penugasan 900 PNS untuk konser BTS setelah mendapat kritik.
- Rabu, 10 Juni 2026 - 11:06 WIB
WowKeren - Kota Busan telah membatalkan rencana untuk mengerahkan lebih dari 900 pegawai negeri sipil (PNS) guna membantu mengelola konser BTS yang akan datang. Keputusan ini diambil setelah mendapatkan kritik dari para pegawai publik dan serikat pekerja.
Awalnya, rencana tersebut melibatkan penugasan 915 personel dari kantor kota, pemerintahan distrik, dan instansi terkait untuk mendukung konser "BTS World Tour Arirang" di Busan pada tanggal 12 dan 13 Juli mendatang. Namun, setelah adanya protes, Busan memilih untuk merekrut relawan sebagai gantinya.
Kontroversi ini mulai mencuat setelah sebuah unggahan di aplikasi anonim Blind menuduh kota Busan mengerahkan pegawai publik untuk acara yang bersifat komersial. Pengguna tersebut menulis, "Ini bukan acara kota Busan. Ini adalah konser komersial yang menghasilkan uang bagi HYBE. Apakah pantas menarik 915 PNS alih-alih mempekerjakan staf acara? Apakah kami cabang Busan dari HYBE?"
Para kritikus berpendapat bahwa pengelolaan dan operasi keamanan untuk konser berbayar seharusnya ditangani oleh penyelenggara, bukan pegawai pemerintah setempat. Namun, ada juga yang berargumen bahwa dukungan publik diperlukan mengingat prediksi kerumunan yang besar dan potensi dampak ekonomi dari acara tersebut terhadap kota.
Seiring dengan meningkatnya penolakan di sektor publik, Serikat Pegawai Negeri Busan mengeluarkan pernyataan yang menyerukan pembatalan rencana tersebut dan mengadakan diskusi darurat dengan pejabat kota.
Akhirnya, pada tanggal 8, Busan membalikkan keputusan mengenai rencana penugasan wajib dan kembali membuka perekrutan staf dengan basis sukarela. Para pegawai awalnya dijadwalkan untuk membantu mengatur lalu lintas, mengelola kerumunan, dan menegakkan aturan terhadap pedagang kaki lima ilegal di sekitar Stadion Sajik dan area sekitarnya selama akhir pekan konser.
(wk/timw)