Karina dan Winter aespa Dapat Kritikan Pedas Usai Muncul di Piala Dunia
Instagram/Karina/Instagram
Selebriti

Penampilan Karina dan Winter di Piala Dunia menuai kritik terkait merek yang dipakai.

WowKeren - Karina dan Winter dari grup K-Pop aespa baru-baru ini menarik perhatian publik setelah kehadiran mereka di Piala Dunia FIFA 2026 di Meksiko. Namun, penampilan mereka menuai kritik tajam, terutama karena mereka mengenakan kaos merek Coca-Cola, yang saat ini berada di daftar boikot karena kontroversi genosida di Gaza. Banyak penggemar dan netizen yang mempertanyakan standar ganda dalam reaksi terhadap tindakan idola perempuan dibandingkan dengan idola laki-laki.

Pada tanggal 11 Juni 2026, Karina dan Winter terlihat menghadiri pertandingan antara Korea Selatan melawan Republik Ceko sambil mengenakan kaos Coca-Cola. Foto-foto mereka dengan pakaian tersebut segera viral, tetapi juga memicu kontroversi karena merek ini sedang diboikot oleh beberapa kelompok karena keterlibatannya dalam isu-isu kemanusiaan.

Salah satu pengguna Twitter mengungkapkan, "Oh, tapi jika itu seorang wanita..." menunjukkan bahwa banyak orang yang beranggapan perempuan idola akan lebih banyak dikritik dibandingkan dengan rekan pria mereka. Dalam konteks ini, beberapa netizen menyoroti bagaimana BTS, khususnya V, yang merupakan duta merek untuk Coca-Cola, juga mendapat kritik serupa, tetapi reaksi terhadap aespa lebih lunak.

“Idola perempuan selalu lebih mudah diserang,” tulis salah satu netizen. Banyak yang berpendapat bahwa reaksi negatif terhadap Karina dan Winter menunjukkan adanya bias gender dalam kritik publik terhadap idola K-Pop. Mereka mengklaim bahwa meskipun kedua idola tersebut berpartisipasi dalam kampanye merek yang sama, respons yang mereka terima sangat berbeda.

Netizen yang lain menyatakan, “Penggemar K-Pop memperlakukan Taehyung dari BTS seolah-olah dia adalah orang terburuk di dunia karena bekerja sama dengan Coca-Cola Korea, tetapi sekarang semua orang diam saja.” Ini menunjukkan ketidakadilan dalam perlakuan terhadap idola laki-laki dan perempuan dalam industri hiburan.


Banyak netizen juga menekankan bahwa ketidakadilan ini mencerminkan masalah yang lebih besar dalam cara masyarakat memandang perempuan, terutama dalam konteks K-Pop. Sebuah tweet mencatat, “Orang-orang yang terus membuat lelucon tidak sensitif tentang Israel karena Hybe atau yang menyalahkan Tae selama berbulan-bulan tidak akan mengomentari hal ini untuk girl group favorit Twitter saat ini?”

Berikut video yang diunggah...

Dengan situasi yang semakin berkembang, banyak penggemar yang berharap agar industri K-Pop dapat menangani isu-isu ini dengan lebih baik di masa depan. Keadilan dan kesetaraan harus menjadi perhatian utama, terutama dalam konteks bagaimana idola perempuan dan laki-laki diperlakukan dalam berbagai situasi.

Sejumlah netizen juga mengekspresikan rasa frustasi mereka terhadap hipokrisi yang terlihat dalam kritik publik. “Hipokrisi adalah kata yang terlalu lembut untuk menggambarkan ini,” tulis seorang pengguna Twitter, mengungkapkan rasa tidak puasnya terhadap sikap ganda yang diterima oleh idola K-Pop berdasarkan gender mereka.

Dalam dunia K-Pop yang semakin berkembang, penting bagi penggemar dan publik untuk lebih kritis dan adil dalam menilai tindakan idola. Terlepas dari merek yang mereka dukung, perhatian terhadap isu sosial dan moral harus selalu menjadi prioritas.

Kritik yang diterima Karina dan Winter menyoroti perlunya perubahan dalam cara kita melihat idola K-Pop dan bagaimana kita menanggapi tindakan mereka. Dengan semakin banyaknya isu-isu sosial yang muncul, diharapkan para penggemar dapat lebih bijak dalam memberikan dukungan dan kritik.

(wk/timw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait