Film 'Dua Nafas' yang dibintangi Syakir Daulay dan Auzan Noh, mengisahkan hubungan emosional antara cucu dan nenek.
- Sabtu, 20 Juni 2026 - 13:31 WIB
WowKeren - Film terbaru berjudul 'Dua Nafas' menampilkan aktor Syakir Daulay sebagai seorang dokter yang kembali ke kampung halamannya untuk bertemu neneknya. Dalam film ini, Syakir berperan sebagai Anto dewasa yang teringat kenangan indah bersama sang nenek. Hal ini membuatnya merasa sangat personal, mengingatkan pada momen-momen indah di masa kecil.
Ketertarikan Syakir untuk terlibat dalam proyek ini muncul setelah mengetahui bahwa 'Dua Nafas' terinspirasi dari film Korea 'The Way Home', yang juga menggambarkan hubungan emosional antara cucu dan nenek. "Aku cukup tertarik karena aku nonton film yang terinspirasi dari film 'The Way Home,'" ungkap Syakir Daulay saat konferensi pers di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan.
Syakir menekankan bahwa kekuatan utama film ini terletak pada kemampuannya membangkitkan memori penonton tentang sosok nenek yang sering kali memiliki tempat spesial dalam hidup keluarga. "Bagiku yang perlu digarisbawahi adalah kayaknya udah lama sekali nggak ada tontonan yang bisa men-callback lagi atau mengingatkan kita kembali ke masa-masa bersama nenek," tambahnya.
Pada awal mendengar cerita film ini, Syakir langsung merasa tertarik untuk berperan. Selain berperan sebagai Anto dewasa, ia juga mengekspresikan ketertarikan untuk memerankan sosok Anto kecil. "Ketika aku diceritakan, terus kemudian karena pemainnya anak kecil, tapi kemudian di skenario ada pemeran besarnya juga, Anto Besar," jelasnya.
Film ini merupakan kolaborasi lintas negara yang diproduksi oleh PT Sunrise Pictures Indonesia bersama Syakir Film dan Anypearl Film. Termasuk dalam proyek ini adalah produser asal Korea Selatan, Park Joung-Kuk. Syakir menilai kolaborasi ini merupakan langkah positif bagi industri perfilman Indonesia untuk lebih terbuka terhadap kerja sama dengan sineas dari negara lain, terutama negara-negara Asia.
"Bagi Syakir, proyek ini kita harus selalu memberikan warna buat tontonan-tontonan yang ada di layar lebar. Salah satunya kita punya harapan baru bahwa Indonesia, bahwa kita nih sineas-sineas, kita pun membuka ruang untuk teman-teman dari negara tetangga atau negara Asia untuk bisa bekerja sama dengan kita," ungkapnya. Ia juga mengapresiasi komitmen besar Park Joung-Kuk yang baru mengenal industri perfilman Indonesia.
Syakir yakin bahwa 'Dua Nafas' akan meninggalkan kesan mendalam bagi penonton yang memiliki kenangan dengan nenek mereka. "Yang paling penting yang bisa Syakir garansi ke semuanya bahwa film ini adalah film yang mengembalikan memori kita bersama nenek," ujarnya.
Produser Park Joung-Kuk mengungkapkan bahwa penerimaan masyarakat Indonesia terhadap produk hiburan Korea menjadi salah satu pertimbangan penting dalam penggarapan film ini. Eksekutif Produser Kwon Dae-Hyung menambahkan bahwa pemilihan cerita yang diadaptasi dari karya Korea didasarkan pada kesamaan nilai budaya antara masyarakat Korea dan Indonesia. "Selain kesamaan budaya dan kesamaan mencintai orang tua, kenapa saya milih Indonesia karena di sini masyarakatnya banyak yang menyukai drama Korea," tegasnya.
Selain Syakir, film ini juga dibintangi oleh Auzan Noh yang berperan sebagai Anto kecil. Auzan menyatakan bahwa saat syuting, ia harus mampu menampilkan emosi marah dan sedih saat berhadapan dengan neneknya. "Adegan yang paling mengharukan saat berpisah sama nenek, yaitu naik angkot," ucap Auzan Noh.
Film 'Dua Nafas' mengisahkan perjalanan Anto yang harus tinggal bersama neneknya, Mariyam, di sebuah desa terpencil setelah sang ibu menitipkannya. Dari sosok nenek, Anto belajar tentang kasih sayang, pengorbanan, dan arti keluarga yang sesungguhnya.
Film yang disutradarai oleh Hasto Broto ini akan menampilkan banyak aktor berbakat, seperti Aty Cancer sebagai Mariyam, Syakir Daulay sebagai Anto dewasa, Auzan Noh Karepesina sebagai Anto muda, Adelia Rasya sebagai Wati, Bilqis Hafsa sebagai Putri, Mantra Gurindam Smaratungga sebagai Udin, dan lainnya. 'Dua Nafas' dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 2 Juli 2026.
(wk/timw)