LE SSERAFIM Dapat Kritikan Karena Penampilan dan Koreografi di Seoul Music Awards 2026
Instagram/LE SSERAFIM/Instagram
Selebriti

LE SSERAFIM menuai kontroversi akibat penampilan dan koreografi di Seoul Music Awards 2026.

WowKeren - LE SSERAFIM baru-baru ini mendapatkan kritik tajam terkait penampilan mereka di Seoul Music Awards 2026 yang berlangsung pada 20 Juni. Dalam acara tersebut, grup yang berada di bawah naungan Source Music ini tidak hanya berhasil meraih penghargaan, tetapi juga memicu perdebatan terkait kostum dan koreografi yang mereka tampilkan.

Pada malam penghargaan yang dihadiri oleh banyak artis terkemuka, LE SSERAFIM berhasil membawa pulang beberapa penghargaan, termasuk “World Best Artist Award,” “Best Digital Song,” dan sebuah Bonsang. Selain itu, mereka juga memukau penonton dengan penampilan lagu-lagu mereka, “Spaghetti” dan “Boompala.”

Saat membawakan lagu “Spaghetti,” LE SSERAFIM memulai pertunjukan dengan gerakan di lantai yang melibatkan posisi kaki yang terbuka lebar. Dalam penampilan biasanya, anggota grup ini mengenakan kostum yang lebih panjang untuk menjaga kenyamanan dan keamanan saat menari. Namun, kali ini, beberapa anggota mengenakan pakaian yang lebih pendek dari biasanya, yang membuat penampilan mereka menjadi sorotan.

Saat siaran langsung, fokus kamera lebih banyak tertuju pada wajah Yunjin, sehingga gerakan tarian tersebut tidak terlihat secara penuh. Setelah penampilan, video fancam dari anggota grup mulai beredar dan beberapa di antaranya menjadi viral, dengan mengedepankan potongan gerakan tarian yang dianggap terlalu seksual dan diperlambat.

Reaksi dari para penggemar dan netizen pun beragam. Banyak yang mengkritik kostum yang dikenakan oleh grup, mempertanyakan keputusan untuk mengenakan pakaian pendek dalam koreografi yang sudah dikenal memiliki gerakan berisiko. Salah satu pengguna Twitter mengungkapkan, “이래서 이 안무 싫다고 짧은바지 입히면 어쩌자는거야,” yang diterjemahkan menjadi, “Inilah alasan saya membenci koreografi ini. Apa gunanya mengenakan celana pendek seperti itu?”


Pengguna lain juga mengekspresikan keprihatinan mereka, dengan mengungkapkan, “안타깝다 저런 안무를 시키는 개저씨들이나 하란다고 하는 어린여자들이나 에휴,” yang berarti, “Sangat disayangkan. Baik itu pria tua yang aneh yang menyuruh mereka melakukan koreografi seperti itu, atau gadis muda yang melakukannya hanya karena disuruh...”

Banyak penggemar juga menyoroti bagaimana beberapa anggota terlihat tidak nyaman selama penampilan tersebut, dengan menyebutkan, “eunchae looks so uncomfortable,” yang menandakan bahwa kostum tersebut tidak mendukung kenyamanan anggota saat menari.

Kontroversi ini tidak hanya mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh idola K-Pop dalam menyeimbangkan antara penampilan dan kenyamanan, tetapi juga memicu diskusi yang lebih luas mengenai standar yang diterapkan dalam industri hiburan. LE SSERAFIM, meskipun mendapatkan penghargaan, kini harus menghadapi backlash dari penggemar dan publik terkait penampilan mereka di panggung.

Dengan tren K-Pop yang terus berkembang, penting bagi setiap grup untuk memperhatikan dampak dari kostum dan koreografi yang mereka pilih, agar tetap dapat menyampaikan pesan positif tanpa mengorbankan kenyamanan serta citra diri anggota grup.

(wk/timw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait