Reality show 'Same Bed, Different Dreams 2' picu perdebatan tentang privasi setelah pasangan membagikan detail intim.
- Selasa, 07 Juli 2026 - 21:36 WIB
WowKeren - Reality show SBS, 'Same Bed, Different Dreams 2: You Are My Destiny', telah memicu perdebatan hangat tentang batasan privasi di televisi setelah beberapa pasangan secara terbuka membagikan detail intim kehidupan pribadi mereka. Hal ini membuat penonton terbelah mengenai apakah pengungkapan tersebut merupakan cerita yang otentik atau sekadar berbagi informasi berlebihan.
Kontroversi terbaru dimulai ketika mantan peserta 'Heart Signal 4', Kim Ji-young, mengungkapkan bahwa ia dan suaminya, Yoon Soo-young, mandi bersama setiap hari. Yoon menjelaskan bahwa pasangan ini lebih memilih menghabiskan waktu bersama sebanyak mungkin, menjadikan kebiasaan tersebut bagian alami dari kehidupan pernikahan mereka yang baru. Sementara sebagian penonton menganggap pengakuan itu manis dan tidak berbahaya, yang lain mengkritiknya sebagai TMI (Too Much Information) yang tidak seharusnya dibagikan.
Di episode lain, YouTuber Park Wi dan istrinya, penyanyi Song Ji-eun, juga terlibat dalam diskusi yang cukup panas. Park mengungkapkan bahwa ia menjalani perawatan Botox kandung kemih untuk mengatasi komplikasi akibat paralisis, menjelaskan bahwa obat tersebut disuntikkan langsung ke kandung kemih untuk mengurangi sensitivitas. Beberapa penonton merasa penjelasan medis tersebut terlalu grafis untuk tayangan hiburan, sementara yang lain memuji segmen tersebut karena meningkatkan kesadaran tentang tantangan sehari-hari yang dihadapi oleh penyandang disabilitas.
Lebih lanjut, laporan dari Maeil Business Newspaper (MK) memberikan latar belakang medis tambahan mengenai situasi kesehatan Park. Suntikan botulinum toksin intradetrusor biasanya dilakukan pada individu yang menderita kandung kemih neurogenik akibat cedera sumsum tulang belakang, yang membantu mengurangi kontraksi kandung kemih. Selain itu, outlet tersebut menyebutkan bahwa sebelum mengikuti maraton kursi roda sejauh 7 kilometer, Park telah berkonsultasi dengan dokternya terkait masalah dehidrasi dan pengelolaan suhu tubuh dalam kondisinya. Meskipun menunjukkan tanda-tanda pusing dan tekanan darah rendah, Park berhasil menyelesaikan perlombaan berkat bantuan dokter dan istrinya.
Pendapat publik terkait insiden ini mencerminkan perdebatan yang lebih luas mengenai tayangan realitas di Korea Selatan. Korea Times sebelumnya melaporkan bahwa pertumbuhan pesat acara realitas yang berfokus pada kehidupan sehari-hari selebriti telah mengaburkan batasan antara cerita yang otentik dan invasi privasi. Kritikus media telah memperingatkan bahwa program yang semakin intim dapat membuat penyiar lebih mementingkan momen pribadi yang sensasional dibandingkan dengan cerita penting, dan mengangkat pertanyaan etis ketika anggota keluarga, termasuk anak-anak, terlibat dalam alur cerita yang ditayangkan.
Meski mendapat kritik, para pendukung 'Same Bed, Different Dreams 2' berargumen bahwa acara ini selalu berusaha mendokumentasikan kehidupan nyata pasangan tanpa memperindah. Diskusi yang jujur tentang pernikahan, kesehatan, infertilitas, dan disabilitas dapat menumbuhkan empati dan pemahaman publik, bukan sekadar menjadi hiburan semata.
(wk/timw)