Selamat datang di halaman lirik lagu "Dinding di Kamar" yang dibawakan oleh Alexandria Band. Lagu yang menyayat hati ini telah menggema di hati para pecinta musik, melukiskan kisah cinta terlarang yang penuh penyesalan.
Setiap kata yang disusun dalam lirik ini bagaikan sebuah puisi yang mendalam, mengungkap rahasia hati yang tersembunyi di balik dinding kamar. Lewat lirik ini, kita diajak untuk merenungkan konsekuensi dari tindakan yang kita ambil, dan pentingnya menjaga kesucian dalam sebuah hubungan.
Semoga halaman lirik ini menjadi teman setia dalam perjalanan musik Anda, menggugah emosi dan memberikan perspektif baru tentang cinta dan kehidupan.
Dinding di Kamar Lyrics
Alexandria Band
Andai dinding di kamar dapat bicara
Dia kan tahu, dia mengerti
Andai dinding di kamar dapat cerita
Dia pun tahu kisah dua manusia
Yang sedang memadu cinta oooh
Semua terjadi tanpa terhindari
Tanpa disadari dosa bersemi
Tak lagi suci, tiada arti
Takkan kembali, sesal menanti
Wahai dinding tolong jangan bicara
Jaga cerita rahasia antara kita
Janganlah jadi berita
Semua terjadi tanpa terhindari
Tanpa disadari dosa bersemi
Tak lagi suci, tiada arti
Takkan kembali, sesal menanti
Semua terjadi tanpa terhindari
Tanpa disadari dosa bersemi
Tak lagi suci, tiada arti
Takkan kembali, sesal menanti
Semua terjadi tanpa terhindari
Tanpa disadari dosa bersemi
Tak lagi suci, tiada arti
Takkan kembali, sesal menanti
Wahai dinding tolong jangan bicara
Dia kan tahu, dia mengerti
Andai dinding di kamar dapat cerita
Dia pun tahu kisah dua manusia
Yang sedang memadu cinta oooh
Semua terjadi tanpa terhindari
Tanpa disadari dosa bersemi
Tak lagi suci, tiada arti
Takkan kembali, sesal menanti
Wahai dinding tolong jangan bicara
Jaga cerita rahasia antara kita
Janganlah jadi berita
Semua terjadi tanpa terhindari
Tanpa disadari dosa bersemi
Tak lagi suci, tiada arti
Takkan kembali, sesal menanti
Semua terjadi tanpa terhindari
Tanpa disadari dosa bersemi
Tak lagi suci, tiada arti
Takkan kembali, sesal menanti
Semua terjadi tanpa terhindari
Tanpa disadari dosa bersemi
Tak lagi suci, tiada arti
Takkan kembali, sesal menanti
Wahai dinding tolong jangan bicara
