"Buih Jadi Permadani" adalah sebuah lagu yang dibawakan dengan penuh emosi oleh Happy Asmara. Liriknya yang menyayat hati mengisahkan tentang kekecewaan dan kesedihan seorang pria yang dicampakkan oleh kekasihnya. Lagu ini mengeksplorasi tema kesenjangan sosial dan perasaan tidak mampu yang menghantui sang pria. Melalui alunan melodi yang sendu, "Buih Jadi Permadani" menggemakan kesakitan yang mendalam dari hati yang terluka, menyampaikan pesan tentang perjuangan untuk menemukan penerimaan diri dan cinta sejati.
Buih Jadi Permadani Lyrics
Happy Asmara
Dinginnya angin malam ini
Menyapa tubuhku
Namun tidak dapat di inginkan panasnya
Hatiku ini
Terasa terhempasnya kelakian ku ini
Dengan sikapmu
Apakah karena aku
Insan kekurangan
Mudahnya kau mainkan
Oh mungkinkah diri ini
Dapat merubah buih
Yang memutih
Menjadi permadani
Seperti pinta
Yang kau ucap
Dalam janji cinta
Juga mustahil bagiku
Menggapai bintang dilangit
Siapalah diriku
Hanya insan biasa
Semua itu
Sungguh aku
Tiada mampu
Salah aku juga
Karena jatuh cinta
Insan seperti dirimu seanggun bidadari
Seharusnya aku
Cerminkan diriku
Sebelum tirai hati
Aku buka
Menyapa tubuhku
Namun tidak dapat di inginkan panasnya
Hatiku ini
Terasa terhempasnya kelakian ku ini
Dengan sikapmu
Apakah karena aku
Insan kekurangan
Mudahnya kau mainkan
Oh mungkinkah diri ini
Dapat merubah buih
Yang memutih
Menjadi permadani
Seperti pinta
Yang kau ucap
Dalam janji cinta
Juga mustahil bagiku
Menggapai bintang dilangit
Siapalah diriku
Hanya insan biasa
Semua itu
Sungguh aku
Tiada mampu
Salah aku juga
Karena jatuh cinta
Insan seperti dirimu seanggun bidadari
Seharusnya aku
Cerminkan diriku
Sebelum tirai hati
Aku buka
