"Matahari", sebuah lagu yang begitu memikat, mengisahkan perjalanan seseorang yang dilanda kegalauan di tengah penantian akan harapan yang tak kunjung tiba. Penyanyi Rieka Roslan dengan apik membawakan lirik penuh makna, menggambarkan perasaan resah dan ketidakpastian yang mengiringi proses penantian. Lagu ini menyentuh hati siapa pun yang tengah menanti datangnya cahaya di tengah kegelapan, mengajak mereka untuk tetap teguh dan percaya bahwa badai pasti akan berlalu.
Matahari Lyrics
Rieka Roslan
musim berlalu resah menanti
matahari pagi, bersinar gelisah
kini semua bukan milikku
musim itu telah berlalu
matahari segera berganti
dimana kau timbun daun yang layu
makin gelisah aku menanti
matahari dalam rimba kabut pagi
sampai kapankah aku harus menanti
awan yang hitam tenggelam dalam dekapan
daun yang layu berguguran dipangkuan
kapan badai pasti berlalu
resah aku menunggu
kapan badai pasti berlalu
badai pasti berlalu
dimana kau timbun daun yang layu
makin gelisah aku menanti
matahari dalam rimba kabut pagi
sampai kapankah aku harus menanti
musim berlalu resah menanti
matahari pagi, bersinar gelisah
kini...
matahari pagi, bersinar gelisah
kini semua bukan milikku
musim itu telah berlalu
matahari segera berganti
dimana kau timbun daun yang layu
makin gelisah aku menanti
matahari dalam rimba kabut pagi
sampai kapankah aku harus menanti
awan yang hitam tenggelam dalam dekapan
daun yang layu berguguran dipangkuan
kapan badai pasti berlalu
resah aku menunggu
kapan badai pasti berlalu
badai pasti berlalu
dimana kau timbun daun yang layu
makin gelisah aku menanti
matahari dalam rimba kabut pagi
sampai kapankah aku harus menanti
musim berlalu resah menanti
matahari pagi, bersinar gelisah
kini...
