"Tipu Jalanan", sebuah lagu yang dinyanyikan oleh The Brandals, menyuarakan keputusasaan dan ketidakberdayaan mereka yang berjuang dengan kerasnya jalanan. Dengan lirik yang puitis dan penuh emosi, lagu ini mengungkap luka yang mendalam yang ditimbulkan oleh kemiskinan, korupsi, dan pengabaian. Sang penyanyi terkapar, tergilas oleh mimpi-mimpi yang hancur, dan mencari jalan keluar yang sia-sia, sementara darah harapannya menodai trotoar. Lagu ini membunyikan alarm tentang penderitaan mereka yang sering kali terpinggirkan, berteriak minta perhatian di tengah hiruk pikuk kehidupan kota yang acuh tak acuh.
Tipu Jalanan Lyrics
The Brandals
Oh disini ku terkapar lagi terhempas mimpi digilas sepi
Panik cari jalan keluar, darah muntah di atas trotoar
Lihat rongsokan hati yang kau buat tercecer di tempat parkir harapan
Lampu merah terus di terjang sumpal uang pantang terjerat
Dipaksa diperas terus napas tipis dan kurus
Cuma terisi bual politik korban aparat ganas dan pelit
Siapa yang mau dengar suara susah jalanan?
tak lebih dari digit dan angka dihapus saja gagal tertawa
Terinjak hatiku tertutup malu, siapa yang menipu? tak tau malu
Siapa yang mau dengar suara susah jalanan?
tak lebih dari digit dan angka dihapus lagi gagal tertawa
Kemana bawa nasibku? berputar terbawa jauh
tak punya atap beralas koran, hilang di telan debu dan jaman
Kau mau tau siapa yang tertipu? siapa lagi yang terus menipu?
Panik cari jalan keluar, darah muntah di atas trotoar
Lihat rongsokan hati yang kau buat tercecer di tempat parkir harapan
Lampu merah terus di terjang sumpal uang pantang terjerat
Dipaksa diperas terus napas tipis dan kurus
Cuma terisi bual politik korban aparat ganas dan pelit
Siapa yang mau dengar suara susah jalanan?
tak lebih dari digit dan angka dihapus saja gagal tertawa
Terinjak hatiku tertutup malu, siapa yang menipu? tak tau malu
Siapa yang mau dengar suara susah jalanan?
tak lebih dari digit dan angka dihapus lagi gagal tertawa
Kemana bawa nasibku? berputar terbawa jauh
tak punya atap beralas koran, hilang di telan debu dan jaman
Kau mau tau siapa yang tertipu? siapa lagi yang terus menipu?
