Pernyataan Chris yang menyebutkan kalau beberapa toko CD besar telah memboikot albumnya tidak terbukti karena pada kenyataannya toko tersebut telah menyediakan CD album "Graffiti".
- Tim WowKeren
- Selasa, 15 Desember 2009 - 16:27 WIB
WowKeren - Setelah akhir pekan lalu Chris Brown menyalahkan toko-toko kaset dan CD atas rendahnya penjualan album terbarunya, "Graffiti", kabar terbaru justru menyebutkan sebaliknya. Berdasarkan survei yang dihimpun oleh Billboard, tuduhan Chris yang mengatakan kalau beberapa toko besar telah memboikot albumnya ternyata tidak terbukti.
Salah satu toko besar yang dituduh oleh Chris secara terang-terangan, yakni Wal-Mart di Wallingford, Connecticut, juga telah membantah tuduhan tersebut. "Kami sangat terkejut dengan komentar-komentar di Twitter karena semua cabang Wal-Mart menyediakan CD Chris, termasuk cabang di Wallingford yang disebutkan olehnya. Pada kenyataannya, CD di toko tersebut memang habis terjual selama akhir pekan ini. Mayoritas cabang kami menunjukkan kalau mereka masing-masing menyediakan CD Chris," bunyi pernyataan resmi dari Wal-Mart.
Selain Wal-Mart, hasil survei tersebut juga menunjukkan beberapa toko besar lainnya seperti Best Buy, Trans World dan Newbury Comics juga telah menyediakan CD Chris. Beberapa sumber memperkirakan rendahnya penjualan album di minggu pertama perilisannya kemungkinan karena label rekaman Jive Records dan distributornya, Sony Music Entertainment, terlalu banyak mengirimkan barang.
"Tidak hanya saya memang menyediakannya, tetapi saya kelebihan stok karena album itu tidak terjual. Saya berharap bisa mengembalikannya," ujar kepala penjualan di salah satu toko besar. Ia menjelaskan kalau penjualan album di minggu pertamanya hanya mencapai 40% dari perkiraan awal. Senada dengan toko tersebut, kepala penjualan di toko Newbury Comics, Carl Mello, juga mengungkapkan hal yang serupa. Carl menjelaskan kalau album "Graffiti" tidak banyak terjual.
Akhir pekan lalu, melalui halaman Twitternya, Chris menuduh beberapa retail toko-toko kaset dan CD besar telah memboikot albumnya. Pernyataan pelantun single "Crawl" tersebut didasarkan dari laporan para penggemarnya yang merasa kesulitan mendapatkan album "Graffiti" karena tidak tersedia di toko-toko. Tak hanya itu, Chris juga mengatakan kalau ia telah mengecek persediaan CD-nya di toko Wal-Mart di Wallingford dan menurutnya mereka juga tidak menyediakan albumnya.
Tak lama setelah menghujani Twitternya dengan keluhan serta umpatan terhadap industri musik, penyanyi berusia 20 tahun ini kemudian menghapus akunnya. "Saya ingin berterima kasih pada semua penggemar saya atas dukungan kalian. Saya menyayangi kalian semua. Selamat tinggal!!!!" tulis Chris di Twitternya hari Senin sore tanggal 14 Desember untuk yang terakhir kalinya.
Chris yang namanya melejit lewat single "With You" ini kini tengah menjalani hukuman kerja sosial selama 180 hari di kampung halamannya, Virginia, atas kasus penganiayaan yang dilakukannya terhadap mantan kekasihnya, Rihanna, bulan Februari silam. Adapun album "Graffiti" merupakan album terbarunya setelah tersangkut kasus penganiayaan tersebut.
(wk/)