Namun, perwakilan pecinta burung merpati di Nevada membela karena Mike menggelar acara itu hanya untuk mewujudkan rasa cintanya pada merpati.
- Tim WowKeren
- Rabu, 09 Maret 2011 - 12:00 WIB
WowKeren - Mike Tyson menuai protes keras karena proyek mini dokumenter TV Animal Planet "Taking on Tyson" yang menghadirkan adu merpati. Senin 7 Maret, organisasi pecinta binatang People for the Ethical Treatment of Animals (PETA) menggelar unjuk rasa di luar kediaman Mike di kawasan Henderson, Nevada, seperti dilansir dari harian Las Vegas Review-Journal.
Sekitar 20 pengunjukrasa membawa papan pesan bertuliskan "Mike doesn't give pigeons a fighting chance (Mike tak memberikan kesempatan untuk berjuang bagi burung-burung merpati). Selain itu ada pula sindiran pada Mike yang berbunyi, "Featherweights: No match for a Heavyweight" (kelas bulu sama sekali tak cocok untuk kelas berat).
"Merpati-merpati ini melakukan balapan bukan karena mereka menikmatinya," kata Lisa Lange, Presiden PETA. "Mereka melakukannya karena putus asa ingin segera kembali ke sarangnya."
Sejauh ini belum ada tanggapan atas protes dari PETA itu. Namun, pengurus Nevada Pigeon Control, Nephi Oliva, membela Mike dan mengungkapkan kalau para merpati yang ikut serta dalam perlombaan yang digelar di kawasan New York City untuk acara "Taking on Tyson" itu dirawat dengan hati-hati.
"Mereka dirawat dengan sangat baik. Itulah sebabnya kenapa burung-burung itu bisa terbang hingga 500 mil," ujar Nephi. "Mike seharusnya tidak menjadi target unjuk rasa. Jika PETA ingin memprotes maka seharusnya mereka memprotes kami. Kami selalu menembak merpati setiap saat."
Sebagai informasi, "Taking on Tyson" yang telah tayang perdana Minggu 6 Maret ini tak hanya menampilkan adu merpati tetapi juga memperlihatkan sosok Mike sebagai pria biasa. Diungkapkan petinju yang pernah kehilangan putrinya (Exodus meninggal karena kecelakaan di 2009), merpati merupakan motivasi utamanya untuk mengubah hidup dan tidak membunuh seseorang.
"Setelah putri saya meninggal, saya punya dua pilihan. Pilihan pertama adalah pergi keluar dan membunuh beberapa orang, pilihan lainnya adalah memulai kehidupan baru," ujar Mike. "Saya telah menyukai merpati sejak saya masih berusia sembilan tahun. Mereka adalah pelarian bagi saya. Dulunya saya gemuk dan jelek dan anak-anak selalu mengejek saya setiap saat. Satu-satunya kesenangan saya hanyalah burung merpati."
(wk/)