Chris merasa kesal karena terus dicecar perihal kasus kekerasan fisik yang ia lakukan pada Rihanna di 2009.
- Tim WowKeren
- Rabu, 23 Maret 2011 - 08:56 WIB
WowKeren - Chris Brown sepertinya lagi-lagi menuai sorotan karena sulit menahan emosi. Kemarahan Chris bermula ketika ia diundang wawancara untuk acara stasiun TV ABC, "Good Morning America", Selasa 22 Maret, untuk promo album baru "F.A.M.E." yang rilis di hari yang sama tersebut.
Bukannya fokus pada materi album keempat, sang presenter Robin Roberts malah memberondong Chris dengan pertanyaan seputar kasus kekerasan fisik pada Rihanna di 2009 dan keputusan hakim untuk melonggarkan perintah perlindungan diri melawan Chris. Menanggapi hal itu, pelantun single "Beautiful People" ini kemudian menegaskan kalau ia lebih ingin membahas album barunya ketimbang membicarakan masa lalu.
"Peristiwa itu sungguh bukan masalah besar bagi saya sekarang," sahut Chris, seperti dilansir media afiliasi WABC. "Saya rasa saya sudah melupakan kejadian dalam hidup saya itu. Saat ini adalah saat bagi album saya jadi itulah yang jadi fokus perhatian saya. Album 'F.A.M.E.' ini adalah sesuatu yang saya ingin agar orang-orang mendengarnya dan menyukai isinya jadi tentu saja saya lebih ingin agar mereka membicarakannya dan bukannya membahas masalah yang terjadi dua tahun lalu."
Tak lama setelah wawancara, penyanyi berusia 21 tahun itu sempat tampil sebentar. Menurut salah seorang staf, Chris kemudian kembali ke kamar ganti dan terdengar berteriak kencang dan membuat ruangan berantakan. Staf ABC kemudian memanggil pihak keamanan. Namun sebelum mereka sampai, seorang staf mengabarkan kalau Chris mengangkat kursi dan memecahkan jendela di kamar ganti hingga kacanya pecah dan berjatuhan di sepanjang jalan Broadway. Chris seharusya dijadwalkan untuk tampil di website "Good Morning America" tapi dia malah melepas kaosnya dan pergi meninggalkan gedung yang terletak di Times Square, New York.
Usai insiden "GMA" tersebut, Chris menulis status di Twitter untuk mengungkapkan kekesalannya. "Aku sudah muak dengan orang-orang yang mengungkit masa lalu sialan itu. Padahal sebelumnya kita menyanjung Charlie Sheen dan selebriti lain karena omong kosong semacam itu," ujar Chris seperti dilansir dari TMZ.
Menyadari kata-kata kasarnya, Chris langsung menghapus status tersebut dan menulis dua pesan pada penggemarnya. "Terima kasih pada semua orang yang telah mendukung karya saya," tulis Chris. Sementara di kalimat lainnya, ia berkata, "Pada semua penggemar saya. Album ini untuk kamu dan hanya untuk kamu. Saya sangat lelah dengan semua orang. Terus terang, saya sangat menyayangi tim Breezy (panggilan bagi penggemar Chris)."
Sementara itu, pihak stasiun TV ABC melansir pernyataan untuk menjelaskan alasan mereka mencecar Chris. "Seperti acara sebelumnya, kami selalu menanyakan pertanyaan yang berkaitan dan mengandung nilai berita dan itulah yang kami lakukan saat wawancara dengan Tuan Brown," demikian bunyi pernyataan resmi tersebut.
(wk/)