Beyonce dinilai menelantarkan kontrak dengan Gate Five sehingga potensi keuntungan 100 juta dollar hilang begitu saja dan membuat 70 orang menganggur.
- Tim WowKeren
- Rabu, 27 April 2011 - 15:50 WIB
WowKeren - Liburan Beyonce Knowles dan suaminya Jay-Z di Eropa ternoda dengan adanya tuntutan hukum yang dilayangkan kepadanya. Pengembang perangkat lunak Gate Five mengajukan gugatan kepada Beyonce ke pengadilan di New York, Selasa 26 April.
"Di awal Desember segala sesuatunya masih berjalan mulus. Namun, seminggu sebelum Natal 2010, dia mengatakan itu (permintaan biaya terlalu tinggi untuk persyaratan ganti rugi) yang sama sekali baru ia inginkan. Lalu pergi begitu saja," kata pendiri Gate Five, Greg Easley, dalam sebuah wawancara dengan majalah New York Magazine. "Kami lebih suka membuat permainan daripada harus berperkara seperti ini. Tapi kami juga ingin memulihkan kerugian yang dialami Gate Five."
Dalam gugatan tersebut berbunyi, Beyonce sudah membuat perjanjian yang menguntungkan pada bulan Juni untuk sebuah video game yang disebut "Starpower: Beyonce" dan akan segera rilis. Namun mantan personil Destiny's Child itu menuntut kontrak baru dengan permintaan royalti yang lebih banyak kemudian tiba-tiba meninggalkan proyek tersebut.
Starpower: Beyonce ini merupakan permainan penginderaan gerakan. Melalui game ini, pengguna bisa ikut menari bersama Beyonce lewat lagu hits-nya seperti "Single Ladies (Put Ring di It)".
Gate Five dalam gugatannya mengatakan manuver yang dilakukan penyanyi berusia 29 tahun itu telah menghancurkan bisninya. Gate Five mengklaim mengalami kerugian hampir 7 juta dollar dalam investasi usaha dan lebih dari 100 juta dollar potensi keuntungan buyar begitu saja. Bukan hanya itu, karena tindakan Beyonce, 70 orang dikabarkan menjadi pengangguran.
Beyonce yang juga bermain dalam film "Dreamgirls" dan "Cadillac Records" itu juga dinilai sangat tidak bermoral karena memutuskan hubungan bisnis dengan ayahnya, Matthew Knowles, bulan lalu. Akibatnya, Matthew mengundurkan diri sebagai manajernya.
(wk/)