Petaka Akibat Turunkan Berat Badan Dengan 'Gastric Band'
Nasional

Meskipun berhasil menurunkan 89 kilogram berat badan, seorang gadis Inggris hampir kehilangan nyawa karena lambungnya meletus.

WowKeren - Seorang gadis berusia 25 tahun, Samantha Haworth, telah menjadi korban gastric band, atau yang lebih dikenal dengan 'pengikat lambung'. Dua tahun setelah dipasangnya alat tersebut, Samantha berhasil mengurangi berat badan hingga 89 kg. Namun kali ini akibat alat tersebut, dia hampir saja kehilangan nyawa.

Semuanya berawal dari nyeri di pergelangan kaki yang dialami Samantha 2 tahun lalu. Ia terpaksa mengkonsumsi obat artritis yang berefek samping pada obesitas (kegemukan). Ketika berat badannya mencapai 178 kg, dokter terpaksa menyarankan Samantha mengikat lambungnya dengan 'gastric band'.

Pengikat tersebut bekerja dengan baik hingga Februari tahun ini, ia mengalami nyeri di dada dan perutnya sering mulas. Ia juga mulai kesulitan menelan dan sering muntah. Puncaknya terjadi di bulan April ketika ia benar-benar merasa dadanya seperti ditusuk pisau.

Hasil pemeriksaan dokter memutuskan Samantha harus segera menjalani operasi karena telah ditemukan kantong udara di dalam perutnya. Namun belum sampai hari operasi tiba, Samantha harus segera dilarikan ke rumah sakit karena rasa nyeri seperti ditusuk pisau tersebut sudah menjalar ke tangan dan punggung.

Dokter bedah dari University Hospital tekejut ketika membuka perut Samantha karena menemukan lambungnya telah meletus. Mereka bekerja keras menyatukan kembali potongan lambung tersebut.


"Saya hanya memiliki waktu 15 menit untuk hidup kecuali mereka (dokter bedah) menemukan cara drastis (menyambung lambung)."

Setelah operasi selesai, dokter memvonis Samantha hanya memiliki 5 persen kesempatan bertahan hidup. Namun takdir berkata lain, Samantha dapat bertahan bahkan ia siuman pada hari tersebut.

"Saya tahu saya bisa saja meninggal, namun saya sangat beruntung. Saya tidak bermaksud menakuti orang lain yang memakai pengikat lambung. Saya hanya ingin mereka tahu akibatnya bisa sangat buruk dan saya ingin mereka waspada terhadap gejalanya."

Gastric band dikenal sebagai salah satu metode menurunkan berat badan untuk penderita obesitas. Pengikat yang terbuat dari silikon ini diikatkan di bagian atas lambung melalui operasi laparoskopi. Tingkat keberhasilan penggunaan alat ini cukup tinggi dibandingkan metode penurunan berat badan lainnya.

Sebelum pemasangan 'gastric band' biasanya pasien akan diperingatkan resiko-resiko buruk yang mungkin terjadi. Kasus Samantha termasuk langka karena sangat jarang gastric band dapat bergeser dari tempatnya. Pergeseran ini menyebabkan komplikasi dan akhirnya beresiko membuat lambung berlubang.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait