Dalam pengembangannya, ilmuwan Belanda Jalila Essaidi dan timnya mencoba mengganti keratin di kulit manusia dengan protein jaring laba-laba dan susu kambing untuk membuat lapisan kulit buatan.
- Tim WowKeren
- Kamis, 18 Agustus 2011 - 11:31 WIB
WowKeren - Seorang peneliti muda Belanda, Jalila Essaidi, tengah bekerjasama dengan Forensic Genomics Consortium untuk mengembangkan kulit manusia buatan dari protein jaring laba-laba dan susu kambing. Tak hanya itu, kulit itu ditargetkan akan tahan dari tembakan peluru.
Proyek menggunakan protein jaring laba-laba dan susu kambing ini diberi nama "2.6g 329m/s". Nama tersebut terilhami dari berat dan kecepatan tembakan dari peluru pistol kaliber 22.
Dalam pengerjaannya, pihak peneliti membutuhkan waktu lima minggu untuk membuat lapisan kulitnya. Jalila dan rekan-rekannya mencoba menggantikan keratin dalam kulit manusia dengan protein jaring laba-laba dikombinasikan dengan susu kambing.
Uji coba dengan menembakkan peluru ke lapisan kulit yang sudah jadi telah dilakukan beberapa waktu lalu. Hasilnya menunjukkan kalau masih ada bekas tembakan pada lapisan kulit tersebut. Namun Jalila meyakini kalau pengembangan gen untuk pembuatan kulit tersebut bukan hal yang mustahil meski memakan waktu lama.
"Fiksi ilmiah? Mungkin saja," kata Jalila. "Tapi kami punya perasaan bahwa ide ini akan memungkinkan kita untuk menggabungkan unsur tahan peluru pada jaring laba-laba dengan kulit manusia."
Berikut ini video uji coba pengembangan kulit tahan peluru:
(wk/)