Wim Rijsbergen: Kami Akan Memberikan Perlawanan Sengit
SerbaSerbi

Pelatih asal Belanda ini mengaku bakal menerapkan strategi bertahan sambil melakukan serangan balik.

WowKeren - Pelatih timnas Indonesia, Wim Rijsbergen, mengakui jika Iran adalah tim terkuat di Grup E. Meski demikian, pelatih asal Belanda ini yakin timnya bisa tampil lebih baik dan siap memberikan perlawanan. Tim Merah Putih akan melakoni laga perdana di Grup E babak ketiga kualifikasi Piala Dunia 2014 melawan di Iran di Azadi Stadium, malam ini, Jumat, 2 September.

"Kesan pertama ketika mendapat kabar drawing grup, saya pikir Iran adalah yang terkuat di grup ini dan memiliki sejarah timnas yang baik," ungkap Rijsbergen. "Saya juga mengenal pelatihnya dan dia potensial membawa Iran menjadi lebih baik. Namun kami datang kesini tidak untuk memberi kalian tiga poin begitu saja. Kami akan memberi perlawanan sengit."

Rijsbergen juga mengaku sudah menganalisa rekaman pertandingan yang dilakoni Iran. Sejumlah catatan sudah diperoleh Rijsbergen untuk menerapkan skema permainan guna mengantisipasi taktik tuan rumah.

"Ancaman ada pada semua sektor. Tapi kami tidak takut," kata Rijsbergen. "Saya akan menerapkan strategi bertahan sambil melakukan serangan balik. Saat ini kami sedang fokuskan latihan kepada koordinasi dan penyelesaian akhir."


Menghadapi Iran, beberapa pemain pilar Indonesia harus absen seperti Boaz Solossa dan Ian Kabes yang meninggalkan tim karena urusan keluarga, Ahmad Bustomi yang masih cedera serta M Nasuha tidak bisa tampil karena akumulasi kartu. Tapi, Rijsbergen percaya dengan skuad yang ada sekarang ini, tim Merah Putih akan menunjukkan kemampuan terbaik mereka.

"Ada satu pemain bagus kami yang sayang sekali tidak bisa tampil nanti karena akumulasi kartu, dan sisanya tidak ikut ke Iran. Namun pemain yang kami bawa kesini juga merupakan materi terbaik. Lihat saja nanti hasilnya seperti apa," ujar Rijsbergen. "Semoga kami berhasil mengambil poin dalam pertandingan nanti."

Kendala lain yang mungkin akan menjadi hambatan Tim Garuda bisa tampil maksimal adalah cuaca setempat yang saat ini lebih dingin dari biasanya. Apalagi waktu adaptasi dengan kondisi di sana hanya beberapa hari saja.

"Masalah suporter Iran, tidak kami khawatirkan. Justru yang kami khawatirkan adalah cuaca dingin," kata kapten Firman Utina. "Itu akan mempersulit pernafasan. Terlebih timnas belum terbiasa dengan cuaca dingin."

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!