Menurut Ketua Presidium Indonesia Police Watch, Neta S. Pane, Norman lebih baik dijadikan humas karena ia telah sukses meraih simpati masyarakat.
- Tim WowKeren
- Senin, 19 September 2011 - 11:56 WIB
WowKeren - Rencana mundurnya Briptu Norman Kamaru sebagai polisi menuai perhatian Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S. Pane. Menurut Neta, Polri sebaiknya tidak mengijinkan pengunduran diri tersebut.
Bahkan, Neta menyarankan agar Mabes Polri menarik Briptu Norman ke bagian humas. "Lebih baik Norman dijadikan Humas untuk mengangkat citra polisi. Daripada kehilangan Norman mending pecat polisi-polisi yang memiliki kasus," kata Neta, Senin 19 September.
Ditambahkan Neta, polisi justru rugi jika mereka kehilangan Norman. Pasalnya, Norman yang melejit lewat video YouTube single "Chaiya Chaiya" itu telah meraih simpati masyarakat.
"Kalau dia keluar yang rugi ya polisi. Hadirnya Norman ini memberikan warna baru di kepolisian dengan citra polisi yang sekarang," lanjut Neta. "Adanya Norman bisa memberikan hiburan kepada masyarakat, dengan itu simpati masyarakat bisa lebih tinggi. Ini penting buat citra polisi juga."
Sejauh ini belum ada pernyataan resmi tentang alasan pengunduran diri Norman. Namun muncul dugaan kalau Norman frustasi karena mendapat tekanan dari polisi. Ini terkait dua sanksi pelanggaran disiplin yang diberikan oleh Kepolisian Gorontalo karena dia syuting tanpa seijin atasan.
(wk/)