Sriwijaya memilih ke LSI karena secara de facto dan yuridis masih diakui oleh AFC serta sesuai dengan kongres PSSI di Bali dan Statuta.
- Tim WowKeren
- Selasa, 25 Oktober 2011 - 12:03 WIB
WowKeren - Sriwijaya FC (SFC) memberikan sinyal untuk tetap mengikuti kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) daripada ikut Indonesian Premier League (IPL) versi PSSI. Sriwijaya condong ke LSI karena secara defacto dan yuridis masih diakui oleh Asian Football Confederation (AFC) serta sesuai dengan kongres di Bali dan Statuta.
"Kami hanya mencoba mengikuti aturan main yang sesuai dengan hasil kongres dan statuta yang ada. Tidak lebih hanya untuk turut membuat sepakbola nasional yang profesional," kata Direktur teknik Sriwijaya, Hendri Zainuddin. "Namun semuanya masih kita lihat dulu, apakah kita pilih LSI ataupun IPL. Nanti akan kita putuskan dalam rapat manajemen dan jajaran pimpinan PT SOM yang dipimpin Presiden Klub H Dodi Reza Alex dalam waktu dekat."
Liga Super Indonesia dikelola oleh PT Liga Indonesia yang kini tidak diakui PSSI. Induk sepakbola di Indonesia itu memilih PT Liga Pirma Indonesia Sportindo (LPIS) yang menggelar IPL.
Meski tidak diakui, PT Liga Indonesia yang menggelar liga musim lalu akan melakukan perlawanan dengan tetap menggelar Liga Super Indonesia musim 2011-2012. Rencananya, LSI akan dimulai 1 Desember 2011 dan telah membuat jadwal untuk laga pembuka.
Direktur teknik Sriwijaya, Hendri Zainuddin, mengaku bahwa pihaknya telah mendapat jatah kick off pembuka LSI. "Jadwal laga perdana Sriwijaya main di LSI pada tanggal 1 Desember nanti melawan Persib Bandung," kata Henri.
Pemilihan Persib sebagai tim pembuka juga cukup mengejutkan. Mengingat tim berjuluk Maung Bandung ini sudah lebih dulu jadi tim pembuka IPL melawan Semen Padang pada 15 Oktober lalu.
Menurut Hendri, sejauh ini pihaknya belum menentukan sikap meski ada kecenderungan mengikuti LSI dibandingkan IPL. Apalagi sejauh ini, ada 14 klub peserta LSI musim lalu yang sudah bergabung, sedangkan IPL kini hanya menyisakan 10 tim.
"Kami lihat klub yang bergabung di LSI adalah klub-klub mapan," lanjut Hensri. "Sementara LPI ada 10 klub dan hanya dua klub mapan seperti Semen Padang dan Persib."
(wk/)