Beberapa pengunjung sempat menjilati berbagai perabotan untuk memastikan keasliannya.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 29 Oktober 2011 - 10:16 WIB
WowKeren - Jika melihat sepintas, pengunjung akan mengira Hotel de Sal adalah sebuah rumah peristirahatan yang ada di pantai. Maklum saja, lantai dan dindingnya terlihat seperti berpasir.
Namun, kondisi berpasir pada hotel yang berada di dekat Colchani, Bolivia, itu karena terbuat dari garam. Bukan hanya bangunannya, tapi sebagian besar perabotnya juga terbuat dari benda asin tersebut. Bahkan beberapa pengunjung menjilati perabotan untuk memastikan keasliannya.
Hotel tersebut menyatu dengan alam sekitarnya yang merupakan hamparan garam. Kebanyakan pengunjung ingin melihat keajaiban alam di Amerika Selatan itu dimana terdapat hamparan luas danau garam yang memberikan kesan nyata dari pertemuan bumi dan langit.
Dataran garam yang terkenal di Salar de Uyuni, Bolivia, itu terbentuk dari transformasi antara beberapa danau prasejarah. Dataran yang ditutupi oleh lapisan garam setebal beberapa meter ini sangat kaya akan kandungan lithium-nya. Inilah yang membuat daerah tersebut sebagai pemasok utama Lithium ke seluruh dunia.
Wisatawan biasanya tinggal selama beberapa hari untuk melihat keajaiban alam tersebut dan menikmati sensasi berada dalam pelukan "rumah garam". Dengan mengeluarkan sekitar Rp 1 jutaan per-malam, pengunjung mendapatkan sebuah kamar ganda lengkap dengan tempat tidur yang terbuat dari garam dan sarapan.
"Saya senang kalau pengunjung datang ke tempat ini untuk pertama kalinya. Mereka tidak bisa melupakan fakta bahwa segala sesuatu terbuat dari garam," kata pemandu wisata Pedro Pablo Michel Rocha dari Hidalgo Tours. "Saya bahkan melihat beberapa orang menjilat berbagai furnitur hanya untuk memastikan itu asli (dari garam)."
"Ini adalah pengalaman yang indah untuk datang di suatu tempat seperti ini," lanjut Pedro. "Pengelola menggunakan bahan-bahan alam yang tersedia untuk menciptakan sesuatu seperti hotel ini."
Inilah penampilan hotel yang terbuat dari garam:
(wk/)