"Yang berkaitan dengan teknik, kita harus mengantisipasi dan mengunci pergerakan pemain kunci seperti gelandang, second striker dan winger," kata Rahmad Darmawan.
- Tim WowKeren
- Senin, 21 November 2011 - 09:17 WIB
WowKeren - Timnas U-23 kembali bertemu Malaysia di partai puncak cabang olahraga sepakbola SEA Games XXVI malam ini, Senin (21 November). Pelatih Rahmad Darmawan mengaku sudah mengantongi kemampuan tim lawan.
Ia berpendapat beberapa pemain Malaysia memiliki teknik individual yang cukup baik. Setidaknya, Rahmad menyebut ada tiga pemain kunci Malaysia yang harus diwaspadai yaitu yang berposisi sebagai gelandang, sayap dan second striker. Ia pun menginstruksikan anak asuhnya untuk mematikan pergerakan pemain kunci tersebut.
Gelandang Malaysia yang paling menonjol adalah Bakhtiar Baddrol. Kapten Malaysia ini tidak hanya piawai dalam melepaskan umpan, tetapi juga sangat buas di depan gawang lawan dan telah mengemas tiga gol.
Ibrahim Syahrul Azwari yang menjebol gawang Indonesia di penyisihan grup A merupakan pemain sayap dengan kecepatan tinggi. Ia kerap membuat lini pertahanan lawan kerepotan. Sementara Fazail Mohd Irfan sering diplot sebagai second striker dan ia membuktikan ketajamannya dengan membobol gawang Myanmar di laga semifinal.
"Yang pasti dengan mata telanjang, kita tahu pemain kunci Malaysia siapa saja. Secara kolektivitas, kita belum tahu apakah mereka akan mengubah strategi bermainnya," kata RD, sapaan Rahmad. "Tetapi, yang berkaitan dengan teknik pemain, kita harus mengantisipasi dan mematikan pemain yang saya katakan sebagai pemain kunci seperti gelandang, second striker dan winger. Itu akan jadi patokan kita membentuk lini pertahanan."
Pertemuan kembali dengan Malaysia dijadikan Titus Bonai dkk untuk membalas kekalahan saat babak penyisihan Grup A. RD melihat anak asuhnya termotivasi dan berharap tetap menunjukkan fighting spirit yang sama ketika membungkam Vietnam 2-0 pada babak semifinal.
"Justru bertemu mereka di final bisa jadi kesempatan untuk membangun semangat pemain. Jangan sampai pemain down," ujar Rahmad. "Semangat tersebut yang ingin kita hadirkan dan itu sudah kita ciptakan."
Sementara itu, pelatih Malaysia, Ong Kim Swee, mengatakan bahwa kemenangan yang diraih timnya pada babak penyisihan lalu tidak bisa menjadi tolok ukur. Indonesia, lanjut Ong, tetaplah tim yang kuat dengan materi pemain yang berkualitas.
"Indonesia tetap tim kuat," kata Ong Kim Swee. "Mereka favorit. Permainan mereka cukup tinggi di laga terakhir. Tampaknya, mereka akan mengandalkan serangan balik."
(wk/)