"Saya yakin bahwa kita tidak perlu program naturalisasi lagi. Saya ingin kita semua bangga dengan bakat lokal yang kita miliki," kata Bernhard Limbong.
- Tim WowKeren
- Rabu, 23 November 2011 - 12:12 WIB
WowKeren - PSSI berencana akan menghentikan program naturalisasi pemain. Hal ini dilakukan untuk memberikan lebih banyak kesempatan bagi bakat-bakat lokal.
Indonesia memang masih memiliki segudang bakat sepakbola lokal yang tidak kalah hebat kemampuannya. Diantaranya Titus Bonai, Patrich Wanggai, Okto Maniani, Andik Vermansyah, Bambang Pamungkas, Boaz Solosso dan banyak lagi.
"Saya yakin bahwa kita tidak perlu program naturalisasi lagi. Saya ingin kita semua bangga dengan bakat lokal yang kita miliki," kata penanggung jawab Timnas, Bernhard Limbong. "Selama saya terlibat dalam Timnas, saya akan 'haramkan' (program) naturalisasi."
Sejak dicanangkan di era Nurdin Halid, banyak wajah-wajah "bule" menghiasi skuad Merah Putih dan sempat memberikan harapan bagi pesepakbola Tanah Air. Sebut saja Cristian Gonzales, Irfan Bachdim, Kim Kurniawan sampai bintang timnas U-23, Diego Michiels.
Awal Oktober lalu, Indonesia kembali kedatangan lima pemain naturalisasi yaitu Victor Igbonefo, Johnny Rudolf van Beu Kering, Tonnie Harry Cousel, Greg Nwokolo dan Stefano Lilipaly Janite. Dari kelimanya, hanya duo asal Nigeria, Greg dan Victor, yang dipanggil Wim Rijsbergen untuk memperkuat Timnas senior di ajang Kualifikasi Piala Dunia.
Meski sudah dibawa ke Qatar, keduanya belum bisa bermain karena terkendala aturan FIFA. Keduanya tidak boleh tampil sebelum ada surat keterangan dari Federasi Sepakbola Nigeria (NFF) bahwa mereka tidak pernah tampil di Timnas Nigeria.
Begitu pun saat laga kelima saat harus menjamu Iran di stadion Gelora Bung Karno, keduanya hanya jadi penonton yang manis. Hal inilah yang membuat PSSI geram dan berniat menyudahi program naturalisasi.
"Kami tidak akan lagi meneruskan program naturalisasi pemain itu, karena terlalu banyak masalah yang dihadapi sehingga pemain tidak bisa diturunkan," tegas Bernhard. "Selama berada di Qatar, mereka hanya jalan-jalan saja."
"Kami sangat kecewa dengan Greg dan Victor," lanjutnya. Masa iya untuk mendapatkan surat keterangan itu kami harus menyediakan sejumlah uang untuk Federasi Sepakbola Nigeria? Ini apa-apaan?"
Limbong mengatakan sampai saat ini pun kedua pemain tersebut masih belum bisa dimainkan. Untuk melengkapi persyaratan administrasi keduanya ternyata berbelit-belit.
"Kita sangat ingin mereka bisa turut berperan dalam Timnas dan meraih hasil yang bisa dibanggakan," ungkap Bernhard. "Tapi kita sudah capek-capek mengurus paspornya, malah seperti ini."
(wk/)