Pria di Cirebon Mengandung Janin Selama 41 Tahun
Nasional

Dari hasil operasi, dokter menemukan rambut, serpihan kecil tulang dan terdapat jaringan utuh berbentuk seperti kaki.

WowKeren - Laki-laki memang tidak ditakdirkan untuk hamil dan memiliki anak. Tapi, fenomena medis pria memiliki janin terjadi di Kabupaten Cirebon.

Seorang pria yang namanya dirahasiakan dan dikenal sebagai Tuan D (41 tahun) menyimpan janin bayi dalam perut seumur hidupnya. Ia baru mengetahui setelah dilakukan operasi di Rumah Sakit Umum Daerah Arjawinangun.

Dari hasil operasi, tim dokter menemukan selaput berisi jaringan yang hancur karena diduga berada di dalam perut selama 41 tahun. Keberadaan janin pada pria asal Desa Pegagan Lor, Kecamatan Kapetakan, Cirebon, itu diperkuat dengan beberapa temuan lainnya.

"Juga terdapat rambut dan serpihan kecil tulang," kata Dokter Ahli Bedah RSUD Arjawinangun Herry Setya Yudha Utama dalam blognya. "Selain itu, terdapat jaringan utuh berbentuk seperti kaki."

Tuan D pertama kali datang ke rumah sakit dengan benjolan besar di perut layaknya orang hamil pada 27 September lalu. Sebelum diperiksakan, ia mengaku sudah merasakan ada benjolan kecil di perutnya selama puluhan tahun namun dibiarkan saja.


Belakangan benjolan itu terasa nyeri dan semakin membesar dalam lima tahun terakhir yang membuatnya sesak napas. Meski mulai membesar, tapi Tuan D menyangkal mengalami mual, muntah, perut kembung, maupun tidak bisa buang air besar seperti keluhan ibu-ibu hamil pada umumnya.

Dokter yang menanganinya menyarankan untuk menjalani operasi. Berdasarkan diagnosa awal, Tuan D menderita Tumor Intra Abdomen (Teratoma). Namun, tim dokter yang melakukan laparotomi menemukan selaput berisi jaringan yang sudah hancur.

Dokter Herry mengatakan, dalam dunia kedokteran, kasus itu disebut Fetus In Fetu (FIF) yang dikenal langka. FIF merupakan masa fetiform yang masuk ke dalam tubuh janin, terjadi pada embrio tingkat awal. Seperti individu kembar yang berkembang tidak seimbang, satu tumbuh normal sedangkan lainnya tidak utuh.

FIF merupakan tumor monozigot parasit dan terjadi sebelum usia 18 bulan serta hanya tiga kasus yang dilaporkan setelah usia 15 tahun. Perut dan retroperitoneum merupakan lokasi utama terjadinya FIF, namun bisa juga melibatkan bagian anatomi lain seperti, mediastinum, panggul, skrotum, sacrococcygeal, leher dan tengkorak.

Dalam dunia kedokteran, kasus Tuan D bukanlah yang pertama karena sebelumnya sudah ada sembilan serupa di China, Mesir, Meksiko, Pakistan bahkan belahan Indonesia lainnya. "FIF diperkirakan terjadi sekali dalam 500 ribu kelahiran. Dalam banyak kasus, FIF ditemukan pada anak-anak, jarang pada orang dewasa muda," kata Dr Herry.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!