Sanksi bagi klub atau pengurus yang ikut rapat akbar tak resmi itu akan diputuskan oleh Komdis ataupun Komite Etik PSSI.
- Tim WowKeren
- Jumat, 16 Desember 2011 - 15:55 WIB
WowKeren - PSSI akan bertindak tegas bagi pengurus ataupun klub yang berani menghadiri rapat akbar yang digelar Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) ataupun Forum Pengurus Pengprov (FPP). Nantinya, ada sanksi tersendiri karena PSSI menilai rapat itu bukan agenda resmi PSSI.
"Kami sudah mengedarkan surat untuk memberi tahu bahwa rapat akbar itu bukan kegiatan PSSI. Kalau hasil rapat itu melanggar statuta, akan ditindaklanjuti, akan ada sanksi," kata Direktur Legal PSSI Rudy Finantha. "Kami serahkan pada Komisi Disiplin atau Komite Etik."
Rapat untuk mengevaluasi kinerja Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin, ini diisukan akan dihadiri 29 pengurus PSSI. Namun, Rudy membantah hal itu. Pasalnya, PSSI telah memeriksa langsung informasi tersebut. "Kalaupun pengurus, dia tak punya hak mewakili propinsi," kata Rudi.
Rudy menyesalkan tindakan sejumlah pihak yang mengklaim sebagai anggota PSSI lalu berniat menggelar rapat akbar. PSSI telah mengetahui rapat tersebut sebagai persiapan untuk menggulirkan kongres luar biasa (KLB). "Kami tidak anti KLB sepanjang syarat-syaratnya dipenuhi," kata Rudy.
Sebelumnya, salah satu anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, La Nyalla Mahmud Mattalitti, mengungkapkan kalau KPSI akan menggelar Rapat Akbar Sepakbola Indonesia di Istora Senayan Jakarta, 17-19 Desember. Sementara FPP dijadwalkan menggelar rapat akbar, Minggu, 18 Desember. Dua rapat akbar tersebut membahas soal solusi dualisme kompetisi serta mengkritisi kinerja Djohar sebagai ketua umum.
(wk/)