Menurut Managing Director CSF Asia Pte Ltd, Wong Ka Vin, Indonesia masih kalah dari Singapura yang kini telah mengadopsi tren internet broadband.
- Tim WowKeren
- Rabu, 04 Januari 2012 - 12:01 WIB
WowKeren - Indonesia dinilai kalah dari negara lainnya seperti Singapura. Menurut Wong Ka Vin, Managing Director CSF Asia Pte Ltd, CSF Group, perkembangan internet broadband di Indonesia kurang maju dibanding Singapura.
"Soal pengetahuan, Indonesia sudah siap. Masalahnya adalah di faktor kesempatan,' kata Wong saat diwawancarai detikINET, Selasa (3/1). "Sementara di Indonesia sudah terbiasa dengan internet mobile, itu sebabnya mobile smartphone laku keras meski masih sangat haus bandwidth. Di Singapura, mobile WAP cuma jadi cadangan saja. Perbedaan tren ini terjadi karena perbedaan di infrastruktur saja."
Jika terus berlanjut, Wong khawatir akan merembet ke hal lain. Selain tertinggal dalam hal kesempatan bisnis, juga tertinggal dalam adopsi tren digital lainnya, semisal internet banking.
"Pola bisnis internet banking itu pula yang mempengaruhi lambatnya adopsi tren teknologi di Indonesia," lanjut Wong. "Fitur teknologi seperti internet banking dan micropayment itu mengikuti perkembangan dan kesiapan internet."
CSF Group adalah perusahaan pengembang data center yang berbasis di Malaysia. Tahun lalu, perusahaan tersebut telah membangun data center penyedia internet di Indonesia.
(wk/)