Pengamat bola di Malang, Yunan Syaifullah, menilai manajemen seharusnya menghukum Irfan lebih berat agar dia tak lagi mangkir latihan.
- Tim WowKeren
- Rabu, 25 Januari 2012 - 14:06 WIB
WowKeren - Manajemen Persema dinilai tidak tegas pada pemain andalan mereka, Irfan Bachdim. Walau sebelumnya mengancam akan memecat karena mangkir latihan, aktor "Tendangan Dari Langit" itu hanya mendapat surat peringatan.
Menurut pengamat bola dari Malang, Yunan Syaifullah, ulah pemain blasteran Indonesia-Belanda itu sudah melebihi batas. Seharusnya, Irfan yang pernah mangkir dari latihan Timnas U-23 tersebut diberi hukuman berat. "Jika ingin tim tetap kondusif, tidak perlu ada anak emas," tegas dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tersebut.
CEO Persema, Didied Poernawan Affandi, berkelit kalau pihaknya melunak. Manajemen tetap berniat menjatuhkan sanksi sesuai kontrak yang disepakati yakni dilarang ikut pertandingan dan denda.
"Kami tetap berkomitmen menjatuhkan sanksi sesuai aturan yang telah disepakati bersama," kata Didied. "Setiap pemain yang mangkir dari latihan dikenakan denda sebesar Rp 1 juta/hari."
Irfan mangkir dari training camp Persema selama tujuh hari di Batu awal Januari lalu karena lebih mengutamakan kontrak dengan produk iklan yang dibintanginya. Selama mangkir dari TC tersebut, Bachdim berada di Kanada untuk "shooting" iklan. Padahal sebelumnya, ia ijin pada Persema untuk pulang ke Amsterdam, Belanda, dengan alasan ada urusan keluarga yang mendesak.
(wk/)