La Nyalla mengungkapkan akan merangkul semua pihak termasuk jajaran pengurus pimpinan Djohar Arifin untuk menghentikan perpecahan dalam dunia sepak bola nasional.
- Tim WowKeren
- Senin, 19 Maret 2012 - 09:35 WIB
WowKeren - Minggu (18/3), KPSI menggelar Kongres Luar Biasa di Jakarta, untuk memilih Ketua Umum PSSI. Dalam pemilihan tersebut, La Nyalla Mattalitti mendapat 79 suara dari 81 peserta mengalahkan Gusti Randa yang hanya meraih dua suara.
Dengan peran barunya sebagai Ketua Umum, La Nyalla pun berjanji akan segera menyelesaikan konflik dengan PSSI. Menurut mantan anggota Exco PSSI itu, masalah terbesar dalam sepak bola nasional adalah perpecahan dua kelompok (KPSI dan PSSI).
"Saya sangat berterimakasih kepada para pendukung yang memilih saya sebagai Ketua Umum. Tentu ini beban, amanah saya memberikan yang terbaik," kata La Nyalla. "Saya juga berharap tidak ada lagi perpecahan. Semua komponen harus kita rangkul, tidak ada perpecahan, yang ada persatuan untuk kemenangan timnas. Saya akan langsung rapat Exco, Senin (19/3). Kami yakin bahwa FIFA akan mengakui kami. Tidak akan gentar kami membuktikan kebenaran."
Saat KLB, dipilih pula jajaran pengurus mulai dari Ketua Umum, Wakil Ketua Umum hingga anggota Komite Eksekutif. Mereka yang ditunjuk oleh KPSI yakni Wakil Ketua Umum Rahim Sukasah dan 9 orang untuk duduk di komite adalah Djamal Aziz, Erwin Dwi Budiawan, Hardi Hasan, Roberto Rouw, Tony Apriliani, Zulfadly, Ahmed Zaky, La Sya dan Diza Ali.
Sementara itu, PSSI sejak awal hingga berakhirnya KLB masih tetap tak mengakui keberadaan KPSI. Karena itu, Ketua Umum PSSI yang resmi, Djohar Arifin, enggan menanggapi terpilihnya La Nyalla.
"Itu organisasi apa? Itu organisasi tidak jelas," kata Djohar seusai Kongres Tahunan 18 Maret di Palangkaraya. "Jadi saya tidak perlu menanggapi."
Untuk Kongres Tahunan yang digelar PSSI, pihak Djohar masih belum memberikan kejelasan soal legalitas Indonesia Super League (ISL). PSSI justru memberikan isyarat bahwa kompetisi yang sah hanyalah Indonesian Premier League (IPL).
"Mengenai pengakuan ISL, kata diakui di sini adalah dalam hal kegiatan kompetisinya," kata Wakil Sekjen PSSI Bidang Organisasi, Hadiandra. "Selagi mereka mau di bawah payung federasi, berarti mereka bisa kembali diakui. Tapi sekarang ini kan belum."
(wk/)