Dewi mengaku pro dan kontra yang timbul saat 'Perahu Kertas' dituangkan ke layar lebar, justru membuat film itu semakin menarik.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 25 Agustus 2012 - 11:29 WIB
WowKeren - Resiko ketika sebuah novel dituangkan ke layar lebar adalah protes dari para penggemar yang tak puas dengan versi filmnya. Hal ini rupanya juga dialami "Perahu Kertas" yang merupakan film adaptasi novel karya Dewi Lestari. Namun, Dewi mengaku tak khawatir dengan pro dan kontra yang muncul setelah versi film "Perahu Kertas" dirilis.
Bahkan, ia mengaku pro dan kontra yang mengiringi perilisan "Perahu Kertas" ke layar lebar inilah yang menjadikannya menarik. Baginya, sebuah karya memang wajar jika mendapat kritikan.
"Sepanjang pengamatan saya berkarya, karya yang cuma dipuji tidak akan lebih baik animonya ketimbang karya yang dipuji dan sekaligus dikritik," ujar Dewi. "Pro-kontralah yang membuat sesuatu jadi menarik."
"Bagi saya, kritik tidak jadi masalah," tambahnya. "Tidak ada karya yang sempurna. Justru kami bisa belajar banyak juga dari kritik."
"Perahu Kertas" menceritakan tentang lika-liku kisah persahabatan dan cinta karakter Kugy dan Keenan. Keduanya sama-sama memiliki karakter yang unik dan idealis. Namun, kisah cinta keduanya tak semulus dan seindah persahabatan yang mereka jalin.
Film arahan sutradara Hanung Bramantyo ini dimeriahkan oleh Maudy Ayunda, Reza Rahadian, Adipati Dolken, Kimberly Ryder, Ira Wibowo, Tio Pakusadewo dan Ben Kasyafani. Saat ini "Perahu Kertas" sudah bisa disaksikan di bioskop-bioskop Indonesia.
(wk/)