Deputi Sekretaris Jenderal PSSI Bidang SDM dan Pengembangan, Mursid W. Kusumo, mengikuti jejak Sekjen Tri Goestoro yang mundur per 3 September lalu.
- Tim WowKeren
- Senin, 10 September 2012 - 10:47 WIB
WowKeren - Kisruh sepak bola nasional masih terus berlanjut. Bukan hanya konflik antar organisasi, PSSI saat ini juga kembali kehilangan anggotanya.
Setelah sebelumnya Sekjen PSSI, Tri Goestoro, memilih mundur kini giliran Deputi Sekretaris Jenderal PSSI Bidang SDM dan Pengembangan, Mursid W. Kusumo, yang mengikuti jejak Tri. Menariknya, Mursid juga mundur tepat di tanggal yang sama dengan Tri walau fakta itu baru terungkap awal pekan ini.
"Secara resmi Deputi Sekjen PSSI Bidang SDM dan Pengembangan Mursid W. Kusumo, mengajukan surat pengunduran diri sejak 3 September lalu," kata Sekretaris Komite Eksekutif PSSI Sarluhut Napitupulu, Senin (10/9). "Jadi sejak saat itu, yang bersangkutan tidak lagi berada dalam jajaran pengurus PSSI."
Sayangnya, belum diketahui pasti terkait alasan pengunduran diri Mursid. Saat ini, PSSI sedang menyiapkan pengganti Mursid. "Pekan depan akan dibicarakan secara resmi oleh Komite Eksekutif. Karena saat ini Ketua Umum sedang melaksanakan tugas ke Polandia," ujar Sarluhut.
PSSI memang sedang dilanda banyak masalah secara internal maupun eksternal. Bahkan dualisme organisasi dan kompetisi sampai merembet ke penyelenggaran PON Riau 2012. Masalah dengan pihak penyelenggara PON tersebut bermula ketika Deputi Sekjen PSSI Bidang Kompetisi, Saleh Ismail Mukadar, diusir dari stadion Tuanku Tambusai, Bangkinang, Riau karena memprotes pertandingan antara Kaltim dan Jateng, Kamis (6/9). Hingga saat ini, Saleh masih mengklaim kalau BAORI dan PB PON seenaknya mengubah regulasi.
"Tim sepak bola Kalsel, Jabar, dan Jambi yang sudah terdaftar di PB PON sesuai dengan mekanisme dan aturan yang berlaku bisa dianulir karena campur tangan KONI dan BAORI," ancam Saleh. "Karena itulah semuanya jadi kacau balau sehingga semua teknis pertandingan dilanggar begitu saja. Ini sangat berbahaya."
Saleh kemudian memutuskan mencabut semua perangkat pertandingan yang bertugas di PON XVIII dengan surat tertanggal 7 September 2012 bernomor 2472/UDN/1130/IX-12 yang ditandatangani plt Sekjen Hadiyandra (pengganti Tri Goestoro). Namun pihak PB PON melakukan antisipasi dengan mendatangkan wasit lokal atau yang biasa berkompetisi di ISL.
(wk/)