Korban Niki dan AM, Olivia Sandie, mengakui kalau ia serta sang adik, Beverly, sempat diancam akan dibunuh saat insiden di kawasan Kemang, 5 September lalu.
- Tim WowKeren
- Jumat, 26 Oktober 2012 - 13:16 WIB
WowKeren - Olivia Sandie mengungkap tentang pengalamannya saat pertikaian fisik dengan Nikita Mirzani dan Armi Angelica alias AM, di Kemang, 5 September lalu. Bukan hanya menjadi korban pemukulan, Olivia mengaku kalau ia dan adiknya, Beverly, sempat diancam akan dibunuh oleh AM.
"Pas terakhir itu mereka (Nikita dan Armi) sempat pergi," tutur Olivia di rumahnya di Cipinang Indah, Jakarta Timur, Kamis (25/10) malam. "Tapi kemudian balik lagi. AM bilang ke saya, 'Awas lo, mati lo'."
Ancaman tersebut membuat Olivia dan Beverly trauma berat. "Ya kami nggak tahu besok akan seperti apa. Nggak tahu apa yang akan terjadi. Makanya sempat was-was juga," kata Olivia yang berprofesi sebagai model tersebut.
Sementara itu, Niki masih berjuang untuk kebebasannya. Kalaupun ia tetap harus ditahan, aktris "Mama Minta Pulsa" itu ingin ditahan di rumah atau berstatus tahanan kota.
"Jadi tetap sebagai orang yang ditahan oleh penyidik tapi tidak di rutan. Kami juga bicara mengenai upaya hukum yang kami lakukan. Seperti penangguhan penahanan. Kami coba masukkan lagi permohonan pengalihan penahanan," ujar kuasa hukum Niki, Minola Sebayang, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (25/10). "Ini berbeda dengan penangguhan. Kalau penangguhan, sejak dikabulkannya penangguhan tersebut, masa tahanan tidak dihitung. Kalau pengalihan, dihitung."
(wk/)