Tokoh masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah menentang dan menganggap pemberian gelar persahabatan Nyai Intan Garinda itu tidak sah.
- Tim WowKeren
- Kamis, 01 November 2012 - 13:36 WIB
WowKeren - Awal pekan ini, Julia Perez mendapat gelar Nyai Intan Garinda (Putri yang Paling Bersinar) ketika berkunjung ke desa Tumbang Manggung, Palangkaraya, Kalimatan Tengah. Sayangnya, pemberian gelar persahabatan itu justru menuai kecaman dari tokoh masyarakat setempat.
Tokoh perempuan dayak Nila Riwut menganggap pemberian gelar itu merendahkan makna dan tradisi adat istiadat di lingkungan Suku Dayak Kalteng. Putri mantan Gubernur Kalteng Tjilik Riwut ini menegaskan kalau pemberian gelar harusnya melalui proses dan penilaian yang ketat.
"Berbeda kalau gelar kehormatan itu diberikan atas nama komunitas atau kelompok masyarakat. Silakan saja," tegas Nila. "Tapi kalau gelar yang diberikan membawa nama Dayak, harus melalui proses dan sangat selektif."
Bukan hanya Nila, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng Sabran Ahmad, juga melayangkan protes. Sabran bersikeras kalau pemberian gelar tidak sesuai dengan ketentuan dalam Perda tentang Kelembagaan Adat Dayak di Kalteng.
"Silakan saja gelar itu diterima. Yang jelas itu tidak sah," tegasnya. "Tidak dicabut juga tidak apa-apa yang jelas masyarakat perlu tahu kalau gelar kehormatan tersebut tidak sah karena tidak melalui proses yang benar sesuai dengan Perda yang disahkan DPRD Kalteng."
Menanggapi keluhan tersebut, Jupe memilih santai. Bintang film "Gending Sriwijaya" itu yakin kalau gelar yang diberikan itu punya makna yang positif. "Pada intinya, beliau-beliau (tokoh masyarakat yang memberikan gelar kepada Jupe) yang ada di sini bertanggung jawab dengan judul yang akan dipakai dan dengan gelar yang sudah mereka berikan," sahutnya.
(wk/)