Tuntutan mundur dilontarkan oleh Ketua PSSI versi KPSI, La Nyalla Mattalitti, yang menilai Djohar sudah banyak melakukan kesalahan.
- Tim WowKeren
- Kamis, 27 Desember 2012 - 08:49 WIB
WowKeren - Ketua Umum PSSI Djohar Arifin terus diteror masalah dualisme organisasi dan kompetisi. Sikap paling keras ditunjukkan oleh Ketua PSSI versi KPSI, La Nyalla Mattalitti.
Menurut La Nyalla, krisis sepak bola Indonesia hanya bisa berakhir jika Djohar dan pendukungnya mundur. "Sepak bola nasional akan selesai jika Djohar mau mengakui kesalahannya dan segera mundur. Untuk apa kami bergabung dengan organisasi yang mendukung klub-klub haram. Djohar harus mundur dan masyarakat harus tahu kalau kesalahan-kesalahan sudah dilakukannya dengan berulang-ulang," tegas mantan Exco PSSI tersebut.
Senada dengan La Nyalla, salah satu klub elit ISL, Sriwijaya FC, juga menolak mendaftar ulang untuk musim kompetisi 2013 ataupun mengirimkan pemain demi membela timnas. Alasan penolakan tersebut karena menilai PSSI Djohar berstatus ilegal.
"Itu mengapa, kami menolak mendaftar dan mengirim Tantan (ke Timnas Indonesia)," kata Direktur Teknik dan SDM PT SOM, Hendri Zainudin. "Karena SFC di bawah KPSI dan didukung suara terbanyak dari PSSI, itu artinya, Djohar berdasarkan RASN (Rapat Akbar Sepakbola Nasional) di Hotel Pullman, 18 Desember 2011, sudah tidak didukung 452 suara PSSI."
Sebelumnya, Sekjen PSSI Halim Mahfudz memaparkan rencana PSSI untuk memverifikasi semua klub baik itu ISL maupun IPL. Proses pendaftaran ulang itu dilakukan karena seluruh kompetisi akan berada di bawah yurisdiksi PSSI. Kesempatan mendaftar diberikan dua tahap. Pertama tanggal 3 Januari, lalu terakhir 9 Januari 2013. "Jika tetap tidak mendaftar, maka klub-klub tersebut tidak akan diakui dan mendapatkan tindakan sesuai aturan," tegas Halim.
(wk/)