PSSI Ambil Alih Koordinasi Karena Maraknya Wasit Nakal
SerbaSerbi

Ketua Komite Wasit PSSI, Roberto Rouw, menegaskan kalau pengambilalihan tugas dari operator liga itu dilakukan supaya tak ada lagi wasit yang melakukan kecurangan.

WowKeren - PSSI beberapa waktu lalu telah memberikan hukuman larangan bertugas pada 17 perangkat pertandingan yang terbukti melakukan pelanggaran. Tak hanya itu, PSSI diwakili Komite Wasit juga mengambil alih fungsi koordinasi dari operator liga.

"Masalah wasit nanti akan langsung berada di bawah tanggung jawab PSSI, biar terpadu," tegas Ketua Komite PSSI, Roberto Rouw. "Nanti penyelenggara hanya mengurusi jadwal dan tempat pertandingan. Kalau wasit harus di bawah PSSI."

Permasalahan wasit merujuk pada kasus pemukulan wasit Muhaimin oleh pemain Persiwa, Edison Pieter Rumaropen, akan dibahas pula saat rapat Exco PSSI, 6 Mei di Jakarta. "Kita harus segera membenahi soal wasit ini. Klimaksnya kemarin kasus Persiwa melawan PBR (Pelita Bandung Raya). Hukumannya (terhadap wasit) pasti keras. Kan pemainnya sudah disanksi keras. Semuanya harus bertanggung jawab atas tindakannya," lanjut Roberto.


Pihak Roberto bertindak keras karena wasit mendapat bayaran paling mahal. Baik wasit lokal maupun wasit asing di kompetisi Liga Indonesia adalah tertinggi di Asia Tenggara yaitu Rp 5 juta per pertandingan.

"Untuk ukuran AFC, kita paling tinggi bayaran wasitnya. Boleh dicek sendiri," katanya. "Jadi seharusnya tidak ada alasan dan toleransi bagi wasit yang berbuat tidak profesional."

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait