Tatu Mulyana dan keluarga besar Uje menghimbau supaya masyarakat tak perlu terlalu memuja ataupun meminta pesugihan di makam tersebut.
- Tim WowKeren
- Kamis, 02 Mei 2013 - 09:46 WIB
WowKeren - Pihak keluarga terutama ibu, Tatu Mulyana, tak terima jika makam putranya, Ustadz Jeffry Al Buchori, menjadi tempat mencari pesugihan. Wanita yang biasa disapa Umi itu menganggap sebagai hal yang musyrik jika meminta sesuatu saat ziarah di makam Uje.
"Umi nggak mau makam Uje dijadikan tempat yang sangat dielu-elukan," ujar Umi di Studio Hanggar, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (1/5). "Kalau begitu nanti kan jadi musyrik."
Umi juga mengaku mendengar rumor kalau makam Uje akan dijadikan cagar budaya. Namun ia meragukan hal itu karena belum ada pihak yang memberitahu secara langsung. Selain itu, Umi berniat membetulkan sebagian makam yang rusak akibat terinjak saat pemakaman Uje, 26 April lalu.
"Umi baru lihat di televisi, Umi juga mau ziarah hari Jumat," lanjutnya. "Kalau nanti Umi lihat di sekitarnya banyak makam yang rusak, Insya Allah kita akan perbaiki, karena saking banyaknya jemaah yang mau antar Uje ke pemakaman."
Selain soal makam, keluarga juga punya rencana melelang motor yang dipakai Uje saat mengalami kecelakaan motor tunggal hingga meninggal. "Motor akan menjadi kenangan dan kita akan selalu mengenang kejadian tersebut. Kalau diperbaiki nanti takutnya buat celaka lagi. Insya Allah rencananya akan dilelang itu pun untuk pesantren. Bagaimananya kita juga belum tahu," tutur Umi.
(wk/)