Yun Tjun yang sebelumnya menjadi terlapor telah melaporkan balik dan mengklaim kalau ia dan kawannya, Fia, diserang lebih dulu oleh Niki.
- Tim WowKeren
- Senin, 29 Juli 2013 - 09:40 WIB
WowKeren - Seorang korban, Yun Tjun, angkat bicara tentang kasus pertikaian yang berujung pemukulan pada Nikita Mirzani. Yun Tjun yang dilaporkan oleh Niki justru mengaku kalau artis berusia 27 tahun itulah yang memutarbalikkan fakta.
"Saya sama sekali engga tahu apa yang diributkan. Saya cuma datang untuk melerai, tapi Nikita malah melepas sepatu hak tingginya dan saya dipukul dia," kata Yun Tjun setelah melaporkan balik Niki ke Mapolrestabes Bandung. "Saya mengalami luka di pelipis kiri. Tapi kok saya lihat di berita malah ramai, Nikita melaporkan saya. Nikita jelas memutarbalikkan fakta."
Insiden dugaan pemukulan dipicu keributan antara dua rekan Yun, Ardin dan Rinto, dengan kekasih Niki sekaligus vokalis Killing Me Inside, Onadio Leonardo. Ardin dan Rinto sendiri merupakan bagian dari manajemen kafe Golden Monkey, Bandung, yang jadi lokasi pertikaian, Sabtu (27/7) dinihari.
Disaat Yun hendak melerai, Niki mendadak marah dan menyerang Yun serta Fia. "Dia mabuk. Nikita yang duluan menyerang. Darah itu darah Fia. Karena dia jago akting, dia bilang 'Ada darah di badan gue, ada darah di badan gue'. Padahal darah itu dia oleskan sendiri ke badannya," sahut Yun.
Sejauh ini, Niki belum memberikan keterangan secara langsung. Akibat kejadian itu, ia mengalami luka di bagian pipi kiri dan hidung. Sedangkan Onadio terluka di bagian bibir dan hidung. Sementara itu, polisi masih melakukan penelusuran. Menurut rencana, Yun dan Niki akan dikonfrontir terkait laporan mereka.
"Kedua laporan tersebut akan diproses secara terpisah. Yang pasti, kami masih mendalami kedua laporan tersebut," tegas Kasat Reskrim Polrestabes Bandung Ajun Komisaris Besar Trunoyudo Wisnu Andhiko, di Bandung, Minggu (28/7). "Untuk memastikannya tunggu saja hasil pemeriksaan lebih lanjut, karena kami masih melakukan pengembangan penyelidikan. Kami masih akan memeriksa saksi-saksi. Kami juga menunggu visum."
(wk/)