John Chen yakin bisa mengatasi krisis di BlackBerry meski perusahaan Sybase yang pernah ia pimpin sebelumnya kolaps dan memiliki kredibilitas rendah.
- Tim WowKeren
- Selasa, 05 November 2013 - 10:18 WIB
WowKeren - Senin (4/11), John Chen resmi menggantikan sementara CEO BlackBerry Thorsten Heins yang dipecat setelah perusahaan Kanada itu gagal diakuisisi. Ia optimis bisa memimpin BlackBerry ke arah yang lebih baik.
Apalagi saat ini BlackBerry akan mendapat suntikan dana USD 1 miliar (Rp 11 triliun) dari pemegang saham terbesar Fairfax Financial Holding serta investor lainnya. "Saya tahu kami memiliki ramuan yang cukup untuk membangun bisnis yang berkelanjutan untuk periode jangka panjang. Saya telah melakukan ini sebelumnya dan telah melihat kisah yang sama," ungkap John, Senin (4/11).
Sayangnya, sejumlah pihak masih menilai kalau keputusan BlackBerry itu sebagai kesalahan. "Ini seperti keputusan yang dilandasi rasa putus asa," sahut Jim Cramer dari CNBC.
Keraguan muncul karena perusahaan yang pernah dipimpin John, Sybase, juga mengalami krisis finansial dengan kerugian USD 98 juta (Rp 1,1 triliun). Perusahaan piranti lunak bank data itu berada di posisi sulit seperti BlackBerry. Sybase yang akhirnya dibeli SAP senilai USD 5,8 miliar (Rp 66 triliun) memiliki kredibilitas rendah di pasar saham Wall Street.
(wk/)