Agen Francis Yonga meminta PSSI bicara pada Persipro karena berhutang Rp 120 juta pada Salomon Begondo yang meninggal akibat sakit, akhir bulan lalu.
- Tim WowKeren
- Selasa, 03 Desember 2013 - 12:30 WIB
WowKeren - Duka kembali menyelimuti dunia sepakbola Indonesia. Pemain Kamerun, Salomon Begondo, mendadak meninggal karena sakit, Jumat (29/11).
Ironisnya, klub IPL Persipro Probolinggo masih menunggak gaji Salomon sebesar Rp 120 juta. Agen Salomon, Francis Yonga, berencana meminta bantuan PSSI supaya Persipro mau melunasi gaji klien.
"Persipro masih belum membayar gaji Salomon yang jumlahnya Rp 120 juta rupiah," sahut Francis saat di kantor PSSI, Jakarta, Senin (2/12) malam. "Kita ingin PSSI membantu berkomunikasi dengan Persipro, karena sekarang sudah sulit meminta bantuan kepada IPL (Indonesian Premier League)."
PSSI segera menanggapi permintaan Francis dengan membentuk tim khusus yang mengurus kepulangan jenazah Salomon ke Kamerun. "Fokus PSSI yang jelas, yang bersangkutan (Salomon) terurus kepulangannya dan ini kami lakukan semaksimal mungkin. Saya dapat konfirmasi butuh waktu 10 hari untuk kepulangan yang bersangkutan hingga tuntas," sahut Sekjen PSSI, Joko Driyono.
Salomon sebelumnya sempat dirawat akibat sakit di bagian dada dan perut. Ia diopname berkat bantuan teman-temannya asal Kamerun. Ini bukan kali pertama seorang pemain asing meninggal di Indonesia.
4 Desember 2013, Diego Mendieta asal Paraguay meninggal karena tifus dan virus. Faktor kekurangan biaya menjadi salah satu pemicu Diego kurang mendapat perawatan medis. Juli lalu, pemain Pelita Bandung Raya (PBR), Sekou Camara, mengalami serangan jantung dan meninggal saat latihan. Pemain asal Mali itu awalnya didatangkan untuk menjadi tandem bagi Gaston Castano.
(wk/)