Qatar yakin mereka mampu menyelenggarakan Piala Dunia di musim panas dan telah menyiapkan pendingin di stadion jika memang diperlukan.
- Tim WowKeren
- Kamis, 26 Desember 2013 - 16:04 WIB
WowKeren - Rencana Qatar untuk menyelenggarakan Piala Dunia 2022 di musim panas terus menjadi perdebatan. Meski banyak pihak yang kontra dengan keputusan itu namun Qatar tetap dengan pendiriannya dan tak mengubah jadwal pertandingan. Sebagian besar kalangan memang tak menyetujui keputusan ini karena temperatur udara di Qatar diramalkan mencapai 50 derajat celcius saat itu.
Presiden FIFA, Sepp Blatter, juga masih mendiskusikan mengenai hal ini karena mempertimbangkan kesehatan pemain dan fans. Tetapi Qatar tetap tak bergeming. Mereka yakin mampu menyelenggarakan Piala Dunia di musim panas dan mengaku telah menyiapkan pendingin udara jika memang diperlukan.
"Kami selalu bilang kalau kami pasti mampu menggelar Piala Dunia di musim panas," ujar Hassan Al Thawadi, perwakilan penyelenggara. "Pendingin udara telah kami siapkan di stadion dan tempat latihan."
Hassan menjelaskan lebih lanjut pihaknya pasrah jika memang jadwal itu kemudian diganti oleh FIFA menjadi musim dingin. Tapi ia tetap optimis bisa menyelenggarakannya di musim panas. "Kalau seandainya FIFA ingin di musim dingin, kami harus siap. Tapi kalau mereka mau di musim panas, kami akan siap," tambahnya.
Sementara itu seorang ahli kesehatan asal Perancis, Sebastien Racinais, mengaku sebenarnya hal itu mungkin dilakukan. Namun para pemain harus bisa beradaptasi dengan cepat terhadap kondisi ini.
"Ada banyak contoh bahwa olahraga bisa dilakukan di cuaca ekstrim. Seperti Olimpiade Beijing 2008 dengan udara yang panas dan lembab," ujarnya. "Para pemain harus bisa beradaptasi dengan temperatur udara yang panas dengan berlatih di lingkungan yang memiliki cuaca panas."
(wk/)