Marshanda diduga dibuat seakan-akan gila dengan cara diberikan beberapa kali suntikan obat.
- Tim WowKeren
- Selasa, 05 Agustus 2014 - 01:38 WIB
WowKeren - Alasan ekonomi menjadi motif kuat yang menjadi alasan mengapa ibunda Marshanda, Riyanti Sofyan, sampai tega menyekap putrinya di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta Pusat. Hal ini diungkapkan oleh pengacara Marshanda, OC Kaligis.
Menurut Kaligis, Marshanda tak lain hanya sebuah "ATM berjalan" baginya. "Sejak usia tujuh tahun, Marshanda kehilangan kemerdekaannya. Dia dijadikan mesin ATM oleh ibunya," kata Kaligis, Senin, 4 Agustus. Lama-lama, Marshanda jengah dan memutuskan ingin tinggal terpisah dari sang ibu. Kaligis juga mengatakan bahwa Riyanti mengkhawatirkan sisi finansial Marshanda akan berubah karena sedang bercerai dari Ben Kasyafani.
"Nah, saya rasa Riyanti merekayasa supaya Marshanda kelihatan gila. Sehingga hak asuh anaknya lepas. Kan bisa saja ibunya kerja sama dengan suaminya Marshanda," tutur Kaligis. "Pas saya datang, ruangannya dijaga preman. Akhirnya saya bisa masuk. Pas ketemu Marshanda, dia bilang, 'Saya dipaksa ibu, saya disuntik sampai puyeng'."
Riyanti "memasung" Marshanda sejak 26 Juli hingga 2 Agustus 2014. Caranya, dia diajak ke rumah sakit dengan alasan untuk menjenguk sang ibu yang terkena stroke. Namun, setibanya di RS, Marshanda justru dibius dan dimasukkan ke ruang perawatan.
Untuk membebaskan Marshanda, Kaligis meminta bantuan dari Polsek Menteng, Jakarta Pusat. Ia pun memberi pengertian ke pihak rumah sakit bahwa Marshanda tidak layak disekap. "Kami minta perlindungan hukum ke polsek, lalu pihak rumah sakit juga ketakutan, akhirnya Marshanda dilepas. Saya punya bukti-buktinya," pungkas Kaligis.
(wk/)