Banding Klub Sepakbola Gajah Ditolak Komding
SerbaSerbi

Alfred Simanjutak mempersilahkan kedua klub untuk menempuh jalur hukum lain di luar PSSI jika masih ingin banding.

WowKeren - PSSI akhirnya memutuskan untuk menolak banding PSIS Semarang dan PSS Sleman dalam kasus sepakbola gajah. Melalui Komisi Banding (Komding), PSSI menolak seluruh permohonan banding dari kedua klub bahkan sejak Minggu (7/12), di Hotel Park Lane, Kuningan, Jakarta.

"Pada prinsipnya, Komding menolak permohonan banding PSIS dan PSS," ujar Alfred. "Ini sudah melalui pertimbangan matang, termasuk memanggil Hery Kiswanto."

Dalam sidang yang dihadiri Ketua Komding, Firdaus Dewilmar, anggota sekaligus juru bicara Alfred Simanjutak, Mahfudin Nigara dan Ashari Rangkuti itu, pelatih PSS Sleman Hery Kiswanto dimintai keterangan. Sidang pun sempat berjalan alot sebab masing-masing anggota punya perbedaan pendapat.

Kendati demikian, Komding mantap menolak permohonan yang diajukan PSIS dan PSS berupa pembebasan personel dari hukuman, keringanan hukuman dan tidak semua personel terkena sanksi. Pasalnya, sepakbola gajah dinilai mencederai berbagai kode etik fair play.


"Faktanya, mereka telah mencederai sepak bola Indonesia," sambung Alfred. "Mereka tidak bermain dengan fair dan menjunjung tinggi sportivitas. Keputusan Komdis yang menghukum mereka juga sudah sesuai kode disiplin."

Walau sudah ditolak Komding, PSIS dan PSS masih bisa menempuh jalur di luar PSSI. Alfred juga menegaskan bahwa putusan yang ditetapkan ini belum tentu berkekuatan hukum tetap.

"Mereka masih ada upaya untuk menempuh langkah-langkah hukum yang lain, mungkin lewat BAORI (Badan Arbitrase Olahraga Indonesia) atau CAS (Court of Arbitration for Sport)," jelas Alfred. " Intinya, lewat jalur hukum yang ada."

"Saya tidak bisa bilang ini inkracht (berkekuatan hukum tetap) atau tidak," imbuhnya. "Tapi ini sudah yang terakhir buat Komding."

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait